Wah, Indonesia Masuk 10 Besar Negara Dengan Utang Terbanyak

1 min read

Wah, Indonesia Masuk 10 Besar Negara Dengan Utang Terbanyak

Belum lama ini, Bank Dunia merilis total utang luar negeri dari 120 negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dalam daftar tersebut, tercatat total utang luar negeri dari 120 negara tersebut naik 5,4% pada tahun 2019 menjadi US$ 8,1 triliun atau sekitar Rp 112.600 triliun.

Dalam list tersebut, Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan utang terbesar, mencapai US$ 402,08 miliar atau Rp 5.589 triliun mengacu kurs JISDOR akhir tahun lalu Rp 13.901 per dolar AS. Data Statistik Utang Internasional ini dipublikasikan Bank Dunia pada tanggal 12 Oktober 2020 lalu.

Berdasarkan Data Statistik Utang Internasional tersebut, Indonesia berada di posisi ketujuh dengan utang luar negeri terbesar. Posisi pertama ditempati Tiongkok dengan utang luar negeri sebesar US$ 2,11 triliun. Berikut rincian Daftar 10 Negara Pendapatan Rendah-Menengah dengan Utang Terbesar:

  1. China US$ 2,1 triliun
  2. Brasil US$ 569,39 miliar
  3. India US$ 560,03 miliar
  4. Rusia US$ 490,72 miliar
  5. Meksiko US$ 469,72 miliar
  6. Turki US$ 440,78 miliar
  7. Indonesia US$ 402,08 miliar
  8. Argentina US$ 279,30 miliar
  9. Afrika Selatan US$ 188,10 miliar
  10. Thailand US$ 180,23 miliar

Berdasarkan catatan Bank Dunia, utang luar negeri Indonesia telah meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2009, total utang luar negeri hanya mencapai US$ 179,4 miliar. Posisi utang Indonesia kemudian menanjak menjadi US$ 307,75 miliar pada 2015, US$ 318,94 miliar pada 2016, US$ 353,56 miliar pada 2017, US$ 379,59 miliar pada 2018, dan US$ 402,08 miliar.

Di sisi lain, rasio utang luar negeri Indonesia terhadap pendapatan nasional bruto relatif terjaga yakni dari 34% pada 2009 menjadi 37% pada 2020. Namun, rasio utang tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata 120 negara berpendapatan menengah bawah yang mencapai 26% dari PNB (Produk Nasional Bruto).

Dari total itu, utang luar negeri Indonesia tahun 2019 lebih didominasi oleh utang jangka panjang yakni mencapai US$ 354,54 miliar atau sekitar Rp 5.238 triliun. Sementara, utang luar negeri jangka pendek hanya sebesar US$ 44,79 miliar atau sekitar Rp 661 triliun.

Dilihat dari kategori krediturnya, utang luar negeri 2019 terbesar berasal dari sektor swasta yakni sebesar US$ 181,25 miliar atau sekitar Rp 2.678 triliun, sementara dari penerbitan surat utang sebesar US$ 173,22 miliar atau sekitar Rp 2.559 triliun.

Berdasarkan data Bank Indonesia, utang luar negeri pada akhir Juli kemarin mencapai US$409,7 miliar atau setara Rp 6.003 triliun mengacu kurs JISDOR pada akhir periode yang sama Rp 14.603 per dolar AS. Utang tersebut naik 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Sebagai informasi, utang luar negeri Indonesia paling banyak berasal dari Singapura yang mencapai US$ 67,93 miliar, disusul oleh Jepang sebesar US$29,03 miliar dan Tiongkok 20,03 miliar. Pinjaman asal Singapura turun dibandingkan akhir 2019 yang mencapai US$ 69,67 miliar. Meski demikian, trennya pada 2015 hingga 2019 terus meningkat.

Selain ketiga negara itu, Indonesia juga memiliki pinjaman dari Amerika, Australia, Austria, Hongkong, Korea Selatan, Inggris, Swiss, dan berbagai negara lainnya.

Dikutip dari Kompas.com, Rahayu Puspasari selaku Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan menilai bahwa laporan tersebut berisi data dan analisis posisi utang Indonesia yang dibandingkan dengan beberapa negara berpendapatan kecil dan menengah.

Namun demikian, laporan perbandingan yang dimaksud tidak menyertakan negara-negara maju. Sehingga terlihat bahwa posisi Indonesia, masuk dalam golongan 10 negara dengan ULN terbesar. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 88,8 persen dari total ULN.

Menurut Rahayu, pemerintah mengelola utang tersebut tetap dengan prinsip kehati-hatian (pruden) dan terukur (akuntabel). Bank Indonesia juga menilai rasio utang Indonesia ini juga terbilang masih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *