Tips Hadapi Godaan Pompom untuk Investor Pemula

1 min read

Main Saham Dari Uang Pinjol, Bijakkah?

Sejak investasi saham semakin diminati banyak orang, terutama generasi muda, makin banyak aksi influencer yang pamer saham melalui media sosial terkait dengan kepemilikan saham mereka.

Walaupun aksi tersebut tidak bermaksud untuk mendongkrak harga saham tertentu, tetapi dengan jumlah pengikut yang tinggi mampu membentuk opini publik, yang berpeluang mendorong aksi beli.

Aksi pompom saham biasanya identik dengan saham gorengan yang dipompa (pump) agar harganya melejit oleh bandar saham sehingga tampak menggiurkan. Wajar jika harga saham yang “dipompa” tersebut bisa meroket dalam waktu yang begitu singkat.

Mengenal Pom-pom Saham dan Cara Kerjanya

Pompom saham merujuk pada istilah untuk menghasut agar orang membeli suatu saham. Biasanya, oknum menggunakan cara dengan memberikan kesan bagus untuk perusahaan tersebut. Mereka adalah oknum yang tidak mengajak orang secara langsung, tetapi mereka membentuk opini publik yang secara tidak langsung bisa terbujuk membeli saham tertentu.

Belum lama ini, sejumlah influencer membicarakan soal investasi saham dengan merekomendasikan saham tertentu. Lewat akun sosial media, influencer itu, sebut saja Raffi Ahmad, Ari Lasso, Ustaz Yusuf Mansur, hingga Kaesang Pangarep menyebutkan beberapa emiten saham sebagai pilihan investasi.

Rekomendasi saham atau bahkan pamer portofolio memang bukan hal baru, apalagi setelah munculnya berbagai platform media sosial. Namun, lain cerita kalau influencer yang merekomendasikan suatu saham tidak berdasarkan analisis teknikal maupun fundamental.

Perlu diingat bahwa tidak semuanya akan diuntungkan oleh hasil rekomendasi, baik itu dari influencer maupun analis suatu sekuritas sekalipun, mengingat ada banyak orang yang akan membeli atau menjual dengan harga yang berbeda. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi orang-orang yang sudah mempunyai harga saham di harga bawah atau rendah.

Main Saham Dari Uang Pinjol, Bijakkah?

Nah, berikut ini adalah beberapa tips menghadapi godaan pompom saham bagi investor pemula!

1. Periksa Saham yang Direkomendasikan Terlebih Dahulu

Saat direkomendasikan untuk membeli emiten saham, jangan langsung percaya. Ada baiknya memeriksa dulu bagaimana kinerja emiten ini, bagaimana prospeknya kedepannya. Jika memang analisa yang kamu lakukan baik secara teknikal maupun fundamental, bagus, kamu baru bisa memutuskan akan beli atau mengabaikan ajakan ini.

2. Analisa Secara Mandiri Sebelum Melakukan Aktivitas Jual dan Beli Saham

Inilah sebabnya mengapa kamu harus belajar analisa saham sebelum terjun dalam investasi. Agar tidak terjebak dalam rayuan pom pom saham, kamu harus bisa melakukan proses cek dan ricek kebenaran berita yang disebarkan seseorang.

Ingat, membeli saham sama dengan membeli perusahaan. Apakah kamu akan membeli perusahaan besar tanpa melakukan analisis? Apakah kamu mau berinvestasi dan mempertaruhkan uangmu tanpa tahu seluk beluk perusahaan?

Bahkan, untuk membeli barang-barang sederhana saja pun kamu tetap harus melakukan analisis terlebih dahulu. Pastikan, kamu memiliki bekal analisis saham meskipun itu masih sederhana. Dengan begini kemungkinan terjebak dalam pom pom saham.

3. Minimalkan dalam Membeli Saham Gorengan dan Saham Fundamental Jelek

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pompom saham umumnya adalah saham-saham gorengan dengan likuiditas rendah. Saham-saham yang fundamentalnya jelek atau sedang bermasalah biasanya rentan dilakukan aksi pompom oleh bandar.

Karena itu, sebagai investor saham pemula, sebaiknya prioritaskan saham yang likuid. Saham likuid ini biasanya lebih mudah dianalisa karena analisa chart-nya tidak mudah “digoreng” oleh bandar. Pada dasarnya, saham yang likuid punya kinerja bagus sehingga risiko yang dihadapi lebih kecil. Secara psikologis, kamu pun akan lebih tenang dalam menyimpan saham likuid.

Investasi Saham: Melihat Potensi Untung Ruginya dan Alternatif Investasi Lainnya

Itulah beberapa tips menghadapi godaan pompom saham bagi investor pemula. Selamat mencoba ya! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *