Supaya Tidak Konsumtif, Kamu Boleh Punya Utang Asal untuk 3 Keperluan Ini

1 min read

Supaya Tidak Konsumtif, Kamu Boleh Punya Utang Asal untuk 3 Keperluan Ini

Bagi sebagian besar orang, utang menjadi pos pengeluaran yang harus dilunasi setiap bulannya. Pada dasarnya, setiap orang yang memiliki utang punya berbagai macam alasan. Selain untuk pemenuhan kebutuhan, tidak jarang ada orang yang berhutang untuk membeli keperluan yang tidak terlalu penting, seperti gadget maupun barang-barang elektronik.

Meski begitu, tidak semua jenis utang yang sifatnya buruk, ada juga utang produktif yang sebenarnya baik untuk dilakukan. Pada dasarnya, utang yang dapat dikategorikan produktif ini timbul untuk pemenuhan kebutuhan yang dapat menghasilkan kedepannya, seperti aktivitas investasi dan sebagainya.

Kamu Boleh Punya Utang Asal untuk 3 Keperluan Ini

Utang semacam ini merupakan utang sehat yang punya banyak manfaat dalam keuangan. Lantas, utang seperti apa saja yang dapat dikategorikan seperti ini? Berikut penjelasannya!

1. Utang untuk Menambah Modal Usaha

Pada dasarnya, merintis sebuah usaha ataupun bisnis dapat menjadi salah satu sumber penghasilan buatmu. Jika kamu termasuk orang yang sedang merintis usaha semacam ini, maka kamu tentu tentunya sudah memahami dengan baik tentang modal yang diperlukan dalam aktivitas bisnis tersebut.

Modal yang memadai sudah pasti akan membuat pengusaha lebih mudah untuk melakukan pengembangan bisnis, bahkan dalam skala yang besar sekaligus. Pada dasarnya, tidak semua pengusaha memiliki modal yang memadai ketika baru saja merintis bisnisnya.

Karena itu, mengajukan sejumlah utang kepada pihak ketiga kerap menjadi pilihan. Utang ini diharapkan bisa membuat bisnis lebih berkembang, sehingga pendapatan juga bisa meningkat dengan baik.

Jika pinjaman modal seperti ini menjadi solusi, maka pastikan kamu sudah melakukan perencanaan dan juga perhitungan yang matang terlebih dahulu. Hal ini penting, untuk memastikan bahwa usaha yang kamu rintis tersebut mampu menanggung utang tersebut dan melunasinya tepat waktu.

2. Utang untuk Membeli Aset

Membeli aset secara dengan tunai kerap menjadi hal yang sulit dilakukan, terutama untuk aset yang harganya cukup tinggi seperti properti. Meski begitu, properti seperti rumah menjadi salah satu aset penting yang diprioritaskan, entah sebagai hunian pribadi atau sekedar menjadi investasi yang bisa menghasilkan kedepannya.

Namun, membeli aset yang satu ini tentu bukan perkara mudah, mengingat harganya sangat mahal dan akan semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Karena itu, utang untuk kebutuhan yang satu ini jelas-sah-sah saja dilakukan, sebab kamu akan selalu membutuhkan rumah sebagai hunian.

Kamu bisa mengajukan pembelian dengan fasilitas kredit dari bank, di mana kamu hanya perlu menyediakan sejumlah uang muka saja. Selanjutnya, kamu akan memiliki sejumlah utang dalam bentuk cicilan yang bisa dibayar selama beberapa tahun ke depan. Hal ini juga berlaku untuk berbagai aset berharga lainnya, terutama yang bisa menghasilkan.

3. Utang Dana Pendidikan Anak

Bagi orangtua, pendidikan anak tentunya adalah hal paling penting yang harus disiapkan matang-matang. Termasuk untuk urusan biayanya. Nah, utang demi biaya pendidikan anak boleh sekali kamu lakukan. Anggap saja ini merupakan investasi untuk masa depan anak.

Untuk jenis utang yang satu ini, kamu disarankan untuk selektif memilih bank atau lembaga keuangan tempat kamu akan berutang. Buatlah beberapa daftar bank dan tulis masing-masing kelebihan dan kekurangannya.

Selain itu, penting sekali untuk memilih yang sesuai dengan kondisimu. Jangan memaksakan yang nantinya hanya akan membuat kamu pusing sendiri.

Itulah beberapa jenis utang yang boleh dilakukan karena termasuk kategori utang produktif. Well, semoga informasi ini bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *