Reksa Dana: Produk, Bentuk Hukum Dan Resiko Investasi | Timeslib

2 min read


Waktu baca: 3 menit

Memahami secara detail semua informasi tentang produk dan juga resiko berinvestasi di reksa dana adalah wajib sebelum membelinya. Mengingat jumlah produknya yang banyak dan masing-masing memiliki penawaran yang berbeda-beda. 

Produk

Perbedaan investasi saham dan reksa dana.
Produk reksa dana. Photo by @austindistel
  1. Philip Rupiah Balanced Fund

Philip Rupiah Balanced Fund adalah salah satu contoh produk reksa dana campuran yang dikelola Manajer Investasi PT Phillip Asset Management. Besar return dan dana kelola selama satu tahun berturut-turut adalah 18,61% dan 42.39 milyar.

  1. HPAM Flexi Plus

HPAM Flexi Plus juga salah satu reksa dana campuran dari PT Henan Putihrai Aset Manajemen. Return untuk satu tahun adalah 35,54%, sedangkan dana kelolanya 308.72 milyar. 

  1. Minna Padi Keraton II

Produk tersebut juga merupakan contoh dari reksa dana campuran. Pengelolanya adalah Manajer Investasi PT Minna Aset Manajemen. Return dalam satu tahun 21,98% dan dana kelolanya 754.97 milyar.

  1. Net Dana Flexi

Return dari Net Dana Flexi sebesar 35,59%. Angka ini tidak jauh berbeda dengan HPAM Flexi Plus. Keduanya sama-sama merupakan reksa dana campuran. Namun, pengelolanya berbeda, yaitu Manajer Investasi PT Net Asset Management.

  1. SAM Dana Bersama

Produk dari PT Samuel Aset Manajemen ini juga termasuk dalam jenis investasi ini yang campuran. Dana kelola dalam satu tahunnya sebesar 68,97 milyar dengan return 31,00%.

  1. OSO Sustainability Fund

Produk yang satu ini termasuk reksa dana saham yang mana Manajer Investasi PT OSO Manajemen Investasi berperan sebagai pengelolanya. OSO Sustainability Fund mempunyai dana kelola 479.726 milyar dan return sebesar 39,311%. 

  1. Sucorinvest Equity Fund Dan Sucorinvest Sharia Equity Fund

Produk reksa dana saham ini mempunyai return cukup tinggi, dari kiri ke kanan 47,993% dan 41,187% meskipun masih di bawah Treasure Fund Super Maxi. Keduanya dikelola Manajer Investasi PT Sucorinvest Asset Management.

  1. SAM Indonesia Equity Fund

Dana kelola produk tersebut sangat besar, yaitu 2,465.47 milyar. Adapun return mencapai 39,968%. Produk tersebut adalah reksa dana saham dari PT Samuel Aset Manajemen. 

  1. Treasure Fund Super Maxi

Di antara semua produk, reksa dana saham yang dikelola PT Treasure Fund Investama ini memiliki return paling tinggi, yaitu 50,856%. 

Baca juga: Reksa Dana: Pengertian, Unsur, Karakteristik Dan Manfaat

Bentuk Hukum

Fintech Syariah
Bentuk hukum. Photo by Pexels
  1. PT Reksa Dana

Apabila perusahaan reksa dana berbentuk perseroan maka dana bersumber dari hasil penjualan saham. Selanjutnya, dana yang terkumpul diinvestasikan di beberapa efek. 

Semua investor yang membeli saham di mutual fund otomatis berstatus sebagai pemegang saham perusahan tersebut. 

  1. KIK (Kontrak Investasi Kolektif)

Ketika mutual fund berbentuk KIK, dana diperoleh dari penjualan unit penyertaan. Hasilnya diinvestasikan pada berbagai efek yang tersedia di pasar uang maupun pasar modal. 

Risiko Investasi

Tips investasi
Risiko investasi. Photo by Pexels
  1. Resiko Menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih)

Penyebab terjadinya penurunan NAB adalah kemerosotan harga pasar sebuah instrumen investasi di dalam portofolio mutual fund dibandingkan harga awal pembelian. 

Penurunan tersebut dipicu oleh beberapa hal seperti memburuknya kinerja emiten dan bursa saham serta kondisi ekonomi maupun politik yang tidak pasti. 

  1. Resiko Default

Resiko ini akan terjadi apabila Manajer Investasi membeli obligasi dari emiten yang tengah dilanda kesulitan keuangan. Padahal awalnya kinerja keuangan dari perusahaan tersebut baik. 

Pada akhirnya, pihak emiten terpaksa tidak membayarkan apa yang menjadi kewajibannya. Cara untuk menghindari resiko tersebut adalah dengan menunjuk Manajer Investasi yang mampu mengaplikasikan strategi pembelian suatu portofolio investasi dengan ketat. 

  1. Resiko Pasar

Resiko pasar merupakan suatu keadaan di mana harga instrumen investasi menurun akibat penurunan drastis pada pasar obligasi ataupun kinerja pasar saham. Dengan kata lain, pasar mengalami bearish.

Akibatnya, secara tidak langsung berdampak menurunkan NAB di setiap unit penyertaan. Oleh karena itu, kamu sebagai investor harus mengetahui tren pasar instrumen portofolio dari mutual fund yang akan dibeli. 

  1. Resiko Likuiditas

Ketika pemegang unit penyertaan mutual fund di salah satu Manajer Investasi menarik dana yang cukup besar di waktu dan hari yang sama, maka berpotensi mengalami resiko likuiditas. 

Penyebabnya antara lain kondisi politik dan ekonomi yang semakin memburuk, perusahaan Manajer Investasi dilikuidasi, banyak emiten publik yang mengalami bangkrut padahal obligasi dan sahamnya  dijadikan sebagai portofolio jenis investasi tersebut tersebut. Satu hal yang harus selalu diingat ketika memilih produk reksa dana adalah perhatikan return, pelajari kemungkinan resikonya dan sesuaikan dengan keuangan kamu. Dengan demikian, bisa mengurangi timbulnya resiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *