OJK Tetapkan Vtube Sebagai Entitas Investasi Bodong

1 min read

OJK Tetapkan Vtube Sebagai Entitas Investasi Bodong

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menambahkan Vtube sebagai salah satu investasi bodong. Kegiatan usaha bisnis Vtube sudah dilarang oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) sejak bulan Juni tahun 2020 lalu.

Vtube sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh PT. Future View Tech. Perusahaan ini bergerak di bidang perikalanan.

Vtube memberikan profit sharing kepada pengguna atau anggota yang menonton iklan di aplikasi itu. Setiap kali menonton iklan, pengguna akan mendapatkan poin yang kemudian bisa dicairkan dalam bentuk uang. Satu VP setara dengan US$1 atau Rp14.000.

Selain menonton iklan, Vtube juga menawarkan mekanisme referal pon dan grup poin dengan mengajak orang lain bergabung di Vtube.

Pengguna juga akan ditawari untuk membeli aktivasi level misi. Bila pengguna mengaktifkan level misi, maka pengguna bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dengan membayar sejumlah biaya terlebih dahulu.

Misalnya, pengguna mengaktifkan level bintang 6 dengan 1 paket akan dikenai biaya aktivasi 10 VP. Keunggulan di level ini adalah dalam 40 hari pengguna bisa mendapatkan keuntungan sebesar 3.500 VP atau sekitar Rp49 juta.

Meskipun menawarkan keuntungan yang menarik, perlu diingat bahwa Vtube saat ini sudah masuk dalam daftar entitas investasi ilegal.

Agar dapat dicabut dari daftar investasi ilegal, Ketua SWI, Tongam L Tobing dalam Podcast Tolak Miskin dari detikFinance memberikan 4 syarat kepada Vtube, yaitu:

  1. Transaksi Menggunakan Rupiah

Dalam setiap transaksi, Vtube harus menggunakan mata uang rupiah.

Vtube sendiri memberikan pendapatan kepada para pengguna yang menonton iklan di aplikasi mereka. Selanjutnya pengguna akan mendapatkan poin berupa Vtube Poin (VP) yang nantinya bisa dicairkan.

2. Tidak Boleh Menggunakan Kode Referal

Dalam memberikan pendapatan kepada pengguna, Vtube tidak boleh menerapkan mekanisme kode referal.

Pelarangan terebut karena Vtube fokus pada jasa periklanan sehingga harusnya tidak memiliki sistem referal yang merupakan ciri khas dari multi level marketing (MLM).

3. Tampung Transaksi Pengguna dan Pengiklan

Agar dicabut dari daftar investasi ilegal, Vtube diminta oleh SWI untuk menampung transaksi jual beli poin antara pengguna dengan pengiklan untuk menghindari potensi kerugian.

4. Tertibkan Komunitas

Vtube harus menertibkan komunitas para penggunanya di dunia maya. Menurut Tongam, komunitas pengguna Vtube yang tidak tertib dapat merusak citra pemilik aplikasinya, yaitu PT Future View Tech yang sedang berupaya mendapatkan izin operasional yang sah dari regulator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *