Nabung Rupiah vs Nabung Dollar. Apa Bedanya?

2 min read

Nabung Rupiah vs Nabung Dollar. Apa Bedanya?

Sebagai mata uang Internasional, Dollar Amerika Serikat bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal, seperti keperluan bisnis maupun ekspor-impor. Selain itu, karena nilainya yang selalu mengalami fluktuasi dan cenderung meningkat terhadap Rupiah cenderung menarik minat masyarakat di Indonesia untuk menabung mata uang Dollar.

Pada dasarnya, menabung valuta asing (valas) seperti mata uang Dollar Amerika Serikat akan memungkinkan kamu untuk bertransaksi dalam berbagai mata uang secara lebih mudah. Dengan begitu, kamu akan menghemat waktu untuk bertransaksi dan menghindari biaya konversi yang tinggi.

Dengan memiliki tabungan dollar, kamu tidak perlu khawatir akan biaya selisih kurs yang besar ketika berpergian ke luar negeri. Kamu dapat bertransaksi dalam mata uang asing lainnya dengan efisien dan efektif. Akan tetapi, tabungan dollar umumnya memiliki batas minimum yang cukup tinggi.

Selain itu, berbeda dengan tabungan lainnya, tabungan valas cenderung memiliki bunga yang lebih rendah. Meski memudahkan dalam bertransaksi, memiliki tabungan valas juga ada risikonya.

Bagaimanapun juga, nilai mata uang akan terus berubah, dan ini akan berpengaruh pada tabungan dollar kamu. Kamu bisa saja dihadapkan dengan kenaikan atau penurunan kurs.

Tabungan valas seperti Dollar juga terkenal dengan biaya administrasinya yang cenderung lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Beberapa biaya yang biasanya akan dikeluarkan jika kamu memiliki tabungan valas adalah biaya setoran, biaya penarikan, biaya layanan bulanan, biaya transaksi, dan juga biaya pinalti.

Walaupun begitu, menabung Dollar Amerika Serikat tetap dianggap sebagai investasi oleh sebagian orang karena memberikan keuntungan yang lumayan jika disimpan dalam jangka waktu tertentu. Keuntungan menabung dollar ini dengan memanfaatkan selisih harga jual dan harga beli (capital gain).

Nah, sebelum mulai menabung Dollar, ada baiknya kamu mencermati beberapa hal berikut:

1. Pelajari Tentang Istilah Kurs Jual dan Kurs Beli     

Perlu kamu tahu, hal pertama yang pastinya sering dilihat ketika berada di bank atau penukaran uang (money changer) adalah papan elektronik yang bertuliskan kurs beli dan kurs jual terhadap rupiah. Di papan tersebut bukan hanya menunjukkan nilai beli dan jual Dollar AS saja, tapi juga mata uang lainnya.

Nah, sebelum membuka tabungan Dollar, sebaiknya kamu memahami tentang kedua istilah tersebut. Kurs jual adalah nilai yang ditawarkan bank atau money changer untuk menjual dollarnya.

Sementara kurs beli adalah nilai yang ditawarkan untuk membeli Dollar dari pelanggannya atau dengan kata lain harga patokan saat kamu mau menjual dollar kepada money changer. Hal lain yang perlu kamu pahami adalah kurs beli akan selalu lebih rendah daripada kurs jual.

2. Jual Ketika Kurs Beli di Atas Kurs Jual Saat Dulu Membelinya

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah jual Dollar yang telah kamu tabung ketika kurs beli sudah di atas kurs jual saat dulu membelinya. Contohnya, jika kamu beli dolar di kurs jual Rp14.182 Nah, ketika nilai kurs beli di atas nilai kurs jual sewaktu kamu beli dulu, sebaiknya jual Dollar yang kamu miliki.

Tentu saja menjualnya harus sesuai dengan target. Katakanlah target kenaikannya 5 persen. Kalau sudah mencapai target, tukarkan Dollar yang kamu miliki tersebut.

3. Beli Atau Jual Dollar Milikmu Hanya di Tempat Resmi

Perlu kamu tahu, uang adalah salah satu barang yang kerap kali dipalsukan, termasuk Dollar. Karena itu, sebaiknya pastikan bahwa Dollar yang telah kamu beli adalah asli. Untuk terhindar dari uang palsu, ada baiknya kamu membeli Dollar di tempat resmi, seperti money changer dan bank.  Sebagai informasi, risiko memperoleh Dollar palsu di bank pasti sangatlah kecil.

Sedangkan untuk money changer, sebaiknya pilih yang punya reputasi baik. Kamu juga dapat mencari informasi ini di internet atau bisa menanyakan kepada kenalan yang mungkin sudah pernah bertransaksi di money changer tersebut.

4. Pertimbangkan Juga Untuk Membuka Deposito Dollar

Perlu kamu tahu, selain menyediakan produk tabungan Dollar, bank-bank besar di Indonesia juga menawarkan produk deposito Dollar. Pastinya bunga yang ditawarkan pun lebih besar dibandingkan bunga tabungan Dollar.

Adapun, keuntungan dari bunga deposito Dollar ini bisa besar asalkan dana yang disimpan juga besar dan jangka waktu penyimpanan yang dipilih lebih dari 3 bulan. Lebih untung lagi jika setelah menyimpan Dollar di deposito lebih dari 3 bulan terus nilai Dollar sedang menguat terhadap rupiah. Investasi Dollar makin menguntungkan jadinya karena dapat keuntungan dari bunga plus capital gain.

Pada dasarnya, menabung Dollar ini cocok bagi para investor pemula karena mudah, aman dan praktis untuk dilakukan. Menabung Dollar juga dapat dikatakan sebagai Investasi yang ideal sebagai dijadikan batu loncatan untuk ke instrumen investasi lainnya, seperti saham dan reksadana. Well, selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *