Middle Income Trap, Kenali Faktor-faktornya!

1 min read

Middle Income Trap, Kenali Faktor-faktornya!

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan optimismenya bahwa Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah alias middle income trap di 2045.

Lantas, apa sih sebenarnya middle income trap itu? Berikut penjelasannya!

Middle Income Trap adalah sebuah situasi ketika negara-negara berpendapatan menengah ke bawah tidak bisa naik ke status sebagai negara berpendapatan lebih tinggi karena berbagai faktor merugikan.

Untuk memahami Middle Income Trap, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu klasifikasi negara sesuai pendapatan per-kapita menurut Bank Dunia.

Bank Dunia telah mengklasifikasikan negara sesuai dengan pendapatan per kapita-nya. Negara-negara dengan pendapatan per kapita kurang dari USD$ 1.025 – 3.995 disebut sebagai negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Sementara itu, untuk kategori menengah ke atas ialah negara-negara yang pendapatan per kapita-nya antara USD$ 3.996 hingga USD$ 12.375.

Middle Income Trap sendiri merupakan fenomena ekonomi yang hingga saat ini terjadi dimana-mana. Dimana sebuah negara mengalami stagnasi pada tingkat pendapatan menengah ke bawah dan gagal naik kelas.

Pada dasarnya, terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab sebuah negara terjebak dalam kondisi Middle Income Trap, yaitu:

1. Kurangnya Dukungan Kebijakan dalam Memajukan SDM

Banyak negara berhasil mencapai status sebagai dengan pendapatan menengah menggunakan alat kebijakan industri khusus seperti subsidi. Negara-negara tersebut tidak melakukan upaya yang cukup untuk membuat kebijakan yang mampu meningkatkan pengetahuan dan inovasi.

Kemungkinan terjadinya kegagalan sebuah negara hingga terjebak dalam Middle Income Trap ialah karena gagalnya berinvestasi di sumber daya manusia. Pertumbuhan awal cenderung didorong oleh input dibandingkan dengan tingkat produktivitas. Selain itu, teknologi juga perlu menjadi lebih canggih.

2. Masalah Birokrasi

Instansi pemerintahan seringkali tidak berkembang dengan kecepatan sama dengan sektor ekonomi yang semakin kompleks. Banyak negara berpenghasilan menengah menghadapi masalah korupsi dan akuntabilitas yang buruk terkait dengan inefisiensi birokrasi.

Akhirnya, banyak negara yang gagal ‘mengunci’ beberapa reformasi dalam bentuk perjanjian internasional karena terjebak dalam Middle Income Trap. Meskipun banyak dari negara-negara tersebut berpartisipasi dalam perjanjian perdagangan.

Hal ini justru mengakibatkan kegagalan negara dalam menciptakan komitmen kelembagaan dan kebijakan yang memberikan sinyal komitmen jangka panjang terhadap strategi transformasi.

3. Biaya Produksi dan Upah yang Meningkat

Meningkatnya upah atau biaya tenaga kerja per unit juga menjadi faktor mengapa sebuah negara terjebak dalam Middle Income Trap. Selain itu, pasokan surplus tenaga kerja juga mengalami keterbatasan.

Ditambah lagi adanya migrasi tenaga kerja dari desa ke kota besar membuat lapangan kerja berkurang. Hingga penurunan pertumbuhan populasi alami serta keuntungan dalam pertumbuhan produktivitas juga terjadi perlambatan.

4. Kurangnya Inovasi dari Sektor Swasta

Beberapa sektor swasta mungkin mengalami beberapa kesulitan untuk mengembangkan inovasi. Pasalnya, inovasi mampu menciptakan barang dan jasa dibanding sekedar mendapatkan harga yang lebih tinggi di pasar dunia. Selain itu, inovasi lebih sulit dibanding sekadar meniru apa yang sudah dilakukan beberapa negara kaya lain lakukan.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan suatu negara terjebak dalam kondisi Middle Income Trap. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *