Mengenal Saham Blue Chip dan Karakteristiknya

2 min read

Mengenal Saham Blue Chip dan Karakteristiknya

Sekarang ini, saham menjadi instrumen investasi yang diminati banyak orang. Pasalnya, saham menawarkan keuntungan yang menggiurkan lewat capital gain ataupun dividen. Tentu, keuntungan ini juga tetap sebanding dengan risikonya.

Ketika ingin terjun ke dunia saham, ada baiknya kamu mengetahui beberapa istilah seperti saham gorengan, saham second liner, ataupun saham blue chip. Kali ini, kita akan membahas saham blue chip. Lantas, apa sih sebenarnya saham blue chip itu? Berikut pembahasannya!

Perlu diketahui, kata Blue Chip berasal dari game atau permainan poker. Di dalam permainan itu terdapat kepingan-kepingan dengan warna berbeda seperti biru, merah, putih. Pada umumnya, warna biru merupakan kepingan yang memiliki nilai paling besar.

Dari sinilah, Oliver Gingold di tahun 1923 atau 1924 memperkenalkan istilah ini saat ia berada di bursa saham dan menyaksikan perdagangan saham saat itu. Dari pergerakan perdagangan saham yang dilihat, ia merasa tertarik dengan transaksi saham yang harganya cukup fantastis dengan nilai $200 – $250 untuk tiap lembarnya.

Setelah itu, ia kembali ke kantor kemudian berkata kepada temannya untuk menuliskan blue chip stocks atau saham-saham kepingan biru. Dari situlah, istilah blue chip hingga saat ini terkenal dan digunakan oleh mereka yang terjun ke dunia saham.

Menurut New York Stock Exchange, blue chip dapat didefinisikan sebagai saham dari perusahaan yang memiliki reputasi nasional, baik dari sisi kualitas, kemampuan serta kehandalan untuk beroperasi yang menguntungkan dalam berbagai situasi ekonomi dengan keadaan baik maupun buruk.

Sekuritas Saham Paling Cocok untuk Pemula

Para ahli menyebutkan bahwa saham blue chip dapat dikatakan sebagai salah satu jenis saham paling aman untuk berinvestasi dibandingkan jenis saham lainnya. Dikarenakan saham blue chip memiliki nilai fundamental yang sangat kuat, bagi itu dari segi finansial maupun dari segi manajemen, perusahaan yang tergabung secara teratur akan membagikan dividen dengan nilai yang cukup memuaskan.

Selain dengan nama Blue Chip, jenis saham ini juga dikenal dengan istilah Big Caps atau juga dengan kata Saham Unggulan. Di BEI (Bursa Efek Indonesia) sendiri, saham ini merupakan saham dari perusahaan-perusahaan yang bisa menggerakkan IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan.

Sebagai informasi, terdapat beberapa contoh perusahaan yang sahamnya masuk kategori blue chip di BEI (Bursa Efek Indonesia) seperti:

  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • PT Astra International,Tbk (ASII)
  • PT Unilever Tbk (UNVR)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Inilah Kriteria Saham Syariah Menurut OJK

Perlu diketahui, terdapat 4 karakteristik dari saham blue chip yang perlu kamu tahu, yaitu:

1. Kapitalisasi yang Besar

Kapitalisasi adalah harga pasar perusahaan apabila ada seseorang yang ingin membeli nya secara utuh. Kapitalisasi tersebut dapat dihitung dengan cara mengalikan harga saham dengan jumlah lembar saham yang beredar di pasaran.

Adapun, saham blue chip memiliki kapitalisasi besar di atas Rp40 triliun. Buat penggolongannya itu sendiri biasanya ketika kapitalisasinya mencapai Rp10 triliun ke atas maka sudah dikatakan besar.

Sedangkan, kalau kapitalisasinya antara Rp500 miliar hingga Rp10 triliun, maka sahamnya bakal dikategorikan sebagai saham lapis dua. Lalu, untuk harga Rp500 miliar ke bawah, tentu saja masuk ke dalam saham lapis tiga.

2. Ramai Diperdagangkan

Banyak investor, baik itu perorangan maupun lembaga yang memiliki dan memperdagangkan saham blue chip ini. Saham yang masuk ke dalam kategori blue chip juga selalu memasuki daftar teraktif di bursa serta masuk indeks LQ45.

Adapun, LQ45 ini adalah indeks yang berisikan saham-saham likuid ataupun saham-saham yang ramai diperdagangkan, dan rata-rata saham blue chip ada di dalam indeks tersebut.

Investasi Saham: Melihat Potensi Untung Rugi dan Alternatif Investasi Lainnya

3. Rutin Membagikan Dividen

Pada umumnya, perusahaan yang sahamnya dikategorikan sebagai blue chip rutin membagikan dividen. Dividen sendiri adalah laba yang dihasilkan perusahaan tersebut, kemudian diberikan kepada pemegang saham secara konsisten. Tiap tahun, perusahaan tersebut memberikan laba sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemegang saham tersebut.

4. Kinerja Perusahaan yang Solid

Karakteristik saham blue chip yang terakhir adalah memiliki trek kinerja perusahaan yang solid. Seperti, laba yang dihasilkan konsisten, memiliki produk berkualitas dan dicintai masyarakat, track record perusahaan terus tumbuh tiap tahunnya.

Dengan kata lain, perusahaan blue chip termasuk kategori tidak gampang goyah dan bangkrut meskipun keadaan ekonomi sedang dalam krisis sekalipun.

Itulah pembahasan seputar saham blue chip dan karakteristiknya. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *