Mengenal Aturan 72 Dalam Berinvestasi

1 min read

Mengenal Aturan 72 Dalam Berinvestasi

Dalam dunia investasi dikenal dengan yang disebut the rule of 72 atau Aturan 72.

Aturan 72 merupakan salah satu cara perhitungan sederhana dalam transaksi investasi guna mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melipatgandakan investasi pada suatu tingkat bunga tertentu.

Sebagai informasi, Aturan 72 adalah salah satu rumus investasi yang menggunakan pendekatan sederhana sehingga hasilnya secara sistematis tidak akurat 100%.

Rumus sederhana dari Aturan 72 ini yaitu:

Rule of 72 = 72 : r
*r adalah interest rate

Sebagai contoh, Martha saat ini memiliki uang sebesar Rp100.000.000 yang diletakkan di deposito suatu bank dengan bunga 4% per tahun.

Apabila menggunakan aturan 72, berapa lama waktu yang dibutuhkan Martha agar uangnya menjadi Rp200.000.000?

Perhitungannya melalui rumus di atas yaitu:

Rule of 72 = 72 : 4 = 18

Dengan demikian, Martha membutuhkan waktu selama 18 tahun agar uangnya menjadi Rp200.000.000

Wah, lama banget ya? Apakah bisa lebih cepat? Tentu ada!

The 4% Rule: Cara Menghitung Dana Pensiun

Tentukan Target Lebih Awal

Apabila kamu merasa kalau Aturan 72 terlalu lama bagi kamu untuk melipatgandakan dana atau uang yang kamu miliki, kamu bisa mengubahnya sedikit. Cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menentukan target di awal.

Sebagai contoh, Martha memiliki uang Rp100.000.000 dan ingin mengalikannya menjadi Rp200.000.000 dalam waktu 6 tahun.

Dengan demikian cara hitung Martha menjadi:

r = 72 : target waktu

r = 72 : 6 = 12%

Sehingga, Martha harus mencari alternatif investasi yang menawarkan keuntungan sebesar 12%.

Investasi di Amartha

Amartha

Setelah menentukan tujuan dan target yang ingin dicapai, kini saatnya Martha menemukan instrumen investasi apa yang menawarkan keuntunggan hingga 12% per tahun. Amartha adalah jawabannya.

Amartha merupakan perusahaan investasi P2P Lending yang menghubungkan investor kepada perempuan pengusaha mikro di pedesaan.

Amartha menawarkan keuntunggan hingga 15% flat per tahun kepada setiap mitra yang ingin didanai. Hal tersebut juga mengacu pada profil risiko mitra usaha. Maka dari itu, investor harus mempelajari mengenai profil mitra sebelum melakukan pendanaan.

Pada hakikatnya, semua instrumen investasi memang memiliki risikonya masing-masing. Di Amartha, risiko investasi dicegah pertama kali melalui sistem group lending atau tanggung renteng. Selain itu tersedia juga premi asuransi yang bisa dimanfaatkan oleh investor.

Untuk meningkatkan keamanan dalam melakukan investasi, Amartha telah memiliki izin usaha Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019 lalu. Amartha turut bersertifikasi ISO 270001.

Tertarik mendanai di Amartha? Daftarkan diri kamu di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *