Memahami Produk Investasi yang Cocok untuk Kaum Muda

2 min read

Memahami Produk Investasi yang Cocok untuk Kaum Muda

Tidak kunjung usainya pandemi virus corona pada akhirnya membuat banyak perusahaan yang kinerja usahanya menurun. Di bawah kondisi sosial yang tidak stabil ini, tentunya banyak orang yang mulai memikirkan tentang “bagaimana meningkatkan pendapatan selain gaji”.

Kali ini, fokus pembahasan adalah mengenai produk-produk investasi apa saja yang bisa dipilih oleh kaum anak muda yang berusia 20-an tahun. Anak-anak muda di usia tersebut dikenal luas pandai dalam mengumpulkan informasi.

Namun, sayangnya banyak di antara mereka yang masih minim literasi finansial. Bahkan, tidak jarang kaum muda disebut sulit untuk meraih impian mereka karena gaya hidup yang terlalu konsumtif.

Anggapan semacam ini sebenarnya dapat dijadikan motivasi bagi para anak muda untuk memahami produk-produk investasi apa saja yang cocok untuk menambah penghasilannya. Nah, berikut ini adalah beberapa produk investasi yang cocok bagi kaum muda!

1. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu alternatif produk investasi ideal bagi semua kalangan, termasuk para anak muda yang masih terhitung sebagai investor pemula. Bisa dibilang investasi reksadana itu mudah dan cocok dipilih untuk investor yang tidak memiliki banyak waktu dan pengetahuan mendalam tentang literasi keuangan, khususnya menghitung risiko atas suatu investasi.

Secara umum, reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dalam praktiknya, manajer investasi bekerja didukung oleh tenaga profesional dalam pengelolaan investasi.

Ada 4 jenis reksadana yang bisa dipilih berdasarkan tujuan dan profil risikonya, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran. Investor akan mendapatkan keuntungan dari capital gain dalam berinvestasi reksadana.

2. Deposito Berjangka

Berinvestasi dengan deposito bisa dibilang mirip dengan menabung. Bedanya, kamu nggak bisa setiap saat mengambil uang yang sudah didepositokan seperti halnya menabung. Jenis investasi ini juga hampir dimiliki oleh semua bank. Kelebihan lainnya adalah deposito dijamin oleh Lembaga Pinjam Simpan (LPS).

Berdasarkan jangka waktu, deposito juga memiliki waktu simpan yang berbeda-beda. Ada yang 3 bulan, 6 bulan, hingga satu tahun, tergantung bank dan produk depositonya. Lalu, untuk bunga yang ditawarkan deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan, dan beda-beda ya pada setiap bank.

3. Logam Mulia

Meski dianggap kuno, logam mulia seperti emas hingga saat ini masih menjadi produk investasi yang paling diminati di masyarakat. Ini karena logam mulia, khususnya emas adalah investasi safe haven untuk transaksi jangka menengah maupun jangka panjang. Meskipun harga emas bisa naik turun, namun emas tetap mempertahankan nilainya dengan baik.

Ada banyak bentuk investasi pada emas yang bisa dilakukan, seperti emas fisik atau tabungan emas yang bisa dipilih untuk melancarkan investasi. Namun, beberapa pakar tidak menyarankan investasi emas untuk dijadikan investasi jangka pendek karena harganya yang masih fluktuasi.

4. Logam Mulia

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai peminjam dana dengan investor sebagai pemberi dana. Pemerintah sebagai penerbit obligasi wajib membayarkan bunga secara rutin dan melunasi pokok pinjaman saat jatuh tempo.

Salah satu jenis Obligasi Pemerintah yang cukup familiar adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Negara Ritel (SR) yang sesuai dengan prinsip syariah. ORI atau SR ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar Perdana.

Keuntungan berinvestasi dalam obligasi pemerintah adalah bunga yang umumnya lebih tinggi dari deposito. Selain potensi capital gain, produk investasi yang satu ini bebas risiko gagal bayar karena kupon dan pokoknya dilindungi Undang – Undang, serta dapat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

5. Peer to Peer Lending

Terakhir, produk investasi yang cocok untuk kaum muda adalah Investasi Peer to Peer (P2P) Lending. Investasi yang satu ini memungkinkan semua orang untuk memberikan atau mengajukan pinjaman satu sama lain tanpa menggunakan jasa dari bank sebagai perantara.

Semuanya diwadahi oleh perusahaan yang khusus bergerak di Peer to Peer (P2P) Lending. Berdasarkan jenis peminjamnya, P2P lending dibagi dua yaitu P2P lending konsumtif dan P2P lending produktif.

Disebut produktif karena peminjam dananya adalah para pengusaha mikro. Sementara itu yang konsumtif adalah P2P lending yang membebaskan peminjamnya menggunakan uang tersebut untuk apa pun. Dari segi tenor, P2P lending juga beragam. Ada yang setahun, dua tahun, dan bahkan ada hitungan hari saja.

Nah, salah satu platform Peer to Peer (P2P) Lending Produktif yang aman dan tepercaya adalah Amartha. Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech peer to peer lending (P2P) yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan.

Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 650.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan. Sudah berizin usaha dan diawasi OJK, sehingga Amartha merupakan Peer to Peer (P2P) Lending paling aman. Selain itu, Amartha juga menggunakan sistem pengelolaan risiko terintegrasi di lapangan, teknologi, dan jaminan pendanaan dengan asuransi.

Dengan bergabung menjadi pendana di Amartha, kamu berarti telah berpartisipasi menciptakan dampak sosial yang nyata berupa kesejahteraan merata loh. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Menariknya, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *