Memahami dan Mengidentifikasi Financial Abuse pada Pasangan

1 min read

Memahami dan Mengidentifikasi Financial Abuse pada Pasangan

Kebanyakan orang mungkin berpikir tentang kekerasan rumah tangga hanyalah seputar kekerasan verbal maupun fisik. Namun, Tetapi penelitian menunjukkan bahwa financial abuse terjadi sama seringnya dalam hubungan yang tidak sehat seperti bentuk-bentuk pelecehan lainnya.

Faktanya, sebuah studi oleh Centers for Financial Security menemukan bahwa 99% kasus kekerasan dalam rumah tangga juga melibatkan financial abuse. Terlebih lagi, financial abuse sering menjadi tanda pertama dari kekerasan saat berkencan dan kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu, mengetahui bagaimana mengidentifikasi financial abuse sangat penting untuk keselamatan dan keamananmu.

Apa Itu Financial Abuse?

Financial abuse biasanya melibatkan pengendalian kemampuan korban untuk memperoleh, menggunakan, dan memelihara financial resources. Mereka yang menjadi korban secara finansial umumnya dilarang untuk bekerja.

Mereka juga mungkin memiliki uang sendiri yang dibatasi atau dicuri oleh pelaku financial abuse. Dan jarang mereka memiliki akses penuh ke uang dan aset lainnya. Ketika memiliki uang, mereka sering harus memperhitungkan setiap sen yang dikeluarkan.

Secara keseluruhan, bentuk-bentuk financial abuse bervariasi dari satu situasi ke situasi lainnya. Terkadang pelaku financial abuse menggunakan taktik halus seperti manipulasi sementara pelaku lainnya mungkin lebih terbuka, menuntut, dan mengintimidasi.

Meskipun kurang umum dipahami daripada bentuk-bentuk pelecehan lainnya, financial abuse adalah salah satu metode paling ampuh untuk membuat korban terjebak dalam abusive relationship. Penelitian menunjukkan bahwa para korban seringkali terlalu khawatir tentang kemampuan mereka untuk menyediakan keuangan bagi diri sendiri dan anak-anaknya untuk mengakhiri abusive relationship.

Plus, kondisi finansial yang tidak aman adalah salah satu alasan utama banyak perempuan kembali ke pasanganya yang abusive.

Dampak dari Financial Abuse?

Efek dari financial abuse seringkali menghancurkan. Korban merasa tidak mampu dan tidak yakin akan diri mereka sendiri akibat kekerasan secara emosional yang menyertai financial abuse. Mereka juga harus pergi tanpa makanan dan kebutuhan lainnya karena tidak punya uang.

Dalam jangka pendek, financial abuse membuat korban rentan terhadap kekerasan fisik dan kekerasan lainnya. Tanpa akses ke uang, kartu kredit, dan aset keuangan lainnya, sangat sulit untuk melakukan semua jenis safety plan.

Misalnya, jika pelaku kekerasan sangat kejam dan korban harus pergi agar tetap aman, ini sulit dilakukan tanpa uang. Dan jika mereka harus meninggalkan hubungan secara permanen, sulit untuk menemukan perumahan yang aman dan terjangkau. Mereka juga tetap harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan transportasi.

Para korban seringkali memiliki catatan pekerjaan yang buruk, riwayat kredit yang rusak, dan masalah hukum yang meningkat akibat financial abuse selama bertahun-tahun. Akibatnya, sangat sulit bagi mereka untuk membangun kemandirian dan keamanan jangka panjang. Faktanya, banyak korban yang tinggal bersama atau kembali kepada pelaku karena kekhawatiran tentang stabilitas keuangan.

Well, jika kamu mengalami financial abuse, ada baiknya segeralah menghubungi pengacara atau mendapatkan bantuan lainnya. Financial abuse bukanlah sesuatu yang menjadi lebih baik seiring waktu. Bahkan, sering meningkat dan dapat menyebabkan tindakan abusive lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *