Mau Jadi Investor Ritel Profesional? Ini Caranya!

1 min read

Mau Jadi Investor Ritel Profesional? Ini Caranya!

Investasi adalah salah satu cara yang dapat dipergunakan bagi setiap orang dalam rangka mencapai tujuan finansialnya. Setiap orang yang berinvestasi akan disebut sebagai investor. Dalam dunia investasi, ada dua jenis investor, yaitu investor ritel dan investor profesional (investor institusional).

Pada umumnya, investor ritel identik dengan modal investasi yang kecil dan pengetahuan trading yang minim. Siapa saja bisa menjadi investor ritel, tetapi tidak semua orang bisa menjadi investor institusional. Meski demikian, kamu sebenarnya juga bisa menjadi seorang investor ritel yang profesional.

Sebagai informasi, investor ritel adalah investor individual non-profesional yang memperjualbelikan efek seperti saham, obligasi, reksadana, ataupun ETF melalui rekening mereka sendiri pada perusahan sekuritas.

Investor ritel seringkali bertransaksi untuk kepentingan mereka sendiri dan biasanya melibatkan jumlah dana yang lebih kecil daripada investor institusional. Investor ritel memiliki dampak minimal terhadap sentimen pasar.

Adapun, investor institusional adalah para pemain besar yang dapat memperjualbelikan efek untuk kepentingan perusahaannya ataupun sebagai perwakilan dari klien-kliennya.

Beberapa contoh investor institusional antara lain manajer investasi, bank, dana pensiun, perusahaan asuransi, hedge fund, dan lain sebagainya. Mereka tidak mengelola uang mereka sendiri, melainkan berinvestasi dengan dana titipan orang lain.

Biasanya investor ritel dianggap kurang sukses karena identik dengan sejumlah label negatif. Sebabnya tidak hanya modal rendah, melainkan juga pengetahuan yang minim, riset yang dangkal, serta aktivitas investasi yang serampangan.

Investor ritel sebenarnya bisa meniru profesionalitas dari investor institusional. Berikut ini adalah beberapa cara menjadi investor ritel yang profesional!

1. Anggap Aktivitas Investasi Sebagai Bisnis yang Kamu Rintis

Cara pertama untuk menjadi investor ritel yang profesional adalah menyamakan aktivitas investasi sebagai sebuah bisnis yang sedang kamu rintis. Karena itu, siapkan modal yang cukup dari sumber tunai, hindari dana hasil pinjaman, serta Sisihkan waktu tertentu setiap hari untuk meningkatkan wawasan keuangan. Ada baiknya juga mengalokasikan dana untuk membeli buku atau mengikuti seminar investasi.

Wajib Dibaca, 4 Buku Inspiratif untuk Kelola Keuangan

2. Buat Perencanaan Strategi Investasi yang Jelas

Dalam rangka menjadi investor ritel yang profesional, ada baiknya kamu membuat perencanaan strategi investasi yang jelas. Sebagai contoh, jika kamu berencana investasi pada saham, maka kamu harus merencanakan saham-saham apa saja yang akan dibeli serta berapa nilai pembelian per bulannya.

3. Susunlah Jurnal Investasi untuk Mencatat Semua Jenis Transaksi yang Dilakukan

Kamu mungkin mengawali karir investasimu dengan jatuh-bangun, melakukan banyak kesalahan yang merugikan. Tapi kalau kamu bisa belajar dari catatan kesalahan di masa lampau, karirmu niscaya akan semakin berkembang.

Jurnal investasi juga bermanfaat untuk mengukur apakah kamu sudah berinvestasi sesuai rencana atau justru sering melanggar strategi yang telah dicanangkan.

4. Kelola Portofolio yang Terdiversifikasi

Investor institusional biasanya mendistribusikan dana ke dalam beberapa jenis aset investasi sekaligus guna mengendalikan risiko investasi. Investor ritel pun dapat menirunya.

Caranya mudah, cukup dengan membagi dana investasi ke dalam beberapa portofolio investasi sekaligus Kamu juga bisa mengalokasikan sebagian modal ke obligasi atau reksa dana pendapatan yang berisiko lebih rendah.

Apa dan Seberapa Pentingkah Diversifikasi Investasi?

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya menjadi investor ritel yang profesional. Selamat mencoba ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *