Mantapkan Finansial dan Tinggalkan Pasangan Abusive Dengan Tips Ini!

2 min read

Mantapkan Finansial dan Tinggalkan Pasangan Abusive Dengan Tips Ini!

Financial control adalah elemen umum dalam abusive relationship, dengan hingga 99% penyintas kekerasan dalam rumah tangga mengalami financial abuse dalam beberapa bentuk.

Tantangan keuangan yang diciptakan melalui pelecehan ini sering disebut sebagai alasan para korban tetap bersama atau kembali ke pasangan yang abusive.

“Pelecehan dalam rumah tangga adalah tentang kekuasaan dan kontrol, serta masalah keuangan memegang begitu banyak kekuatan dalam hidup kita,” kata Ruth Glenn yang menjadi presiden dan CEO dari National Coalition Against Domestic Violence.

Kesulitan keuangan dan pengangguran dapat berkontribusi pada kekerasan dalam rumah tangga, dan taktik penyalahgunaan ekonomi dapat membuat korban tanpa sumber daya untuk pergi dengan aman.

Tips Menghindari Kecemasan Finansial dalam Berumah Tangga

Mempelajari lebih banyak tentang kekerasan dalam rumah tangga dan financial abuse dapat membantu kamu mengenali tanda-tandanya dan memahami situasimu. Kemudian, dengan mempertimbangkan keamanan, kamu dapat mulai mengatasi hambatan keuangan dan membuat rencana untuk meninggalkan pelaku dengan aman.

Menurut Glenn, jika kamu bersiap untuk meninggalkan hubungan yang kasar, atau ada orang lain yang akan membantumu, keselamatan harus didahulukan. Waktu paling berbahaya bagi korban pelecehan adalah ketika mereka berencana dan bersiap untuk pergi.

Hanya orang dalam abusive relationship yang dapat secara akurat menilai risiko meninggalkan dan membuat safety plan. Adapun, safety plan ini meliputi:

  • Strategi untuk mengelola situasimu dengan aman.
  • Pilihan untuk membawa diri kamu (dan tanggungan atau hewan peliharaan) ke tempat yang aman dalam berbagai situasi.
  • Langkah-langkah untuk mengumpulkan aset yang diperlukan sehingga kamu dapat pergi dengan aman.

Membuat rencana semacam itu kemungkinan akan menguraikan langkah-langkah keuangan yang dapat kamu ambil untuk bersiap pergi dan menghidupi diri sendiri.

Mendapatkan kembali kendali pribadi atas uang dan sumber keuangan mengarah pada kepercayaan diri yang lebih besar dan dapat meningkatkan kemampuan untuk membuat keputusan keuangan yang terinformasi serta bertanggung jawab.

Saat mempersiapkan keuanganmu untuk menghindari penyalahgunaan, berhati-hatilah dan lanjutkan dengan aman, hati-hati, dan pada waktu yang tepat.

1. Perhatikan dan Nilai Situasimu

Identifikasi finansialmu secara menyeluruh, termasuk pendapatan, uang tunai, tabungan, investasi, dan properti seperti mobil atau rumah. Untuk aset bersama seperti mobil milik bersama atau properti sewa yang ditandatangani berdua dengan pasangan, mungkin akan membutuhkan bantuan pengacara.

Terakhir, buat daftar pengeluaran dan kewajibanmu, seperti utang, tagihan, hipotek, atau properti sewa bersama. Pertimbangkan anggaran semua biaya hidup yang perlu ditanggung begitu kamu pergi dengan aman. Ini akan memberi kamu gambaran tentang apa yang perlu dipertanggungjawabkan dan biaya langsung yang mungkin dikeluarkan.

2. Siapkan Tabungan Pribadi untuk Keadaan Darurat

Sangat penting bagi setiap orang ketika berumah tangga untuk memiliki uang sendiri dalam keadaan darurat, baik dalam kondisi abusive relationship atau tidak. Kamu mungkin sudah memiliki rekening pribadi untuk tabungan darurat, atau bisa mulai membukanya.

Jika tidak dapat melakukannya dengan aman, kamu dapat meminta teman atau anggota keluarga tepercaya untuk mengamankan dana milikmu ini. Sisihkan uang dalam dana ini, yang bertujuan untuk menutupi biaya yang diproyeksikan untuk meninggalkan hubungan dan membangun kembali kehidupanmu.

3. Temukan Cara untuk Menghasilkan Lebih Banyak Uang

Dalam safety plan milikmu, sertakan langkah-langkah untuk menghasilkan pendapatan tambahan, mencari pekerjaan baru, atau melindungi pekerjaanmu yang ada. Berikut adalah beberapa ide untuk membantu kamu memulai, dan seperti biasa, jaga keselamatanmu sebagai prioritas utama.

  • Jual beberapa barang ekstra untuk mendapatkan uang tunai.
  • Cari peluang penghasilan online.
  • Lakukan pekerjaan sampingan.
  • Beri tahu teman-temanmu bahwa kamu sedang mencari pekerjaan, mulai dari pekerjaan sampingan hingga posisi full time.
  • Perbarui resume milikmu, tingkatkan keterampilan wawancara, dan lamar pekerjaan.

Jika pasanganmu yang abusive menyebabkan masalah dengan pekerjaan kamu, beri tahu atasan dan mintalah dukungan di tempat kerja.

Well, pada dasarnya meninggalkan pasangan yang abusive dan membangun kehidupan kembali dengan kesiapan kondisi finansial bukan proses mudah. Butuh waktu untuk pulih secara fisik, emosional, dan finansial.

Karena itu, manfaatkan semua dukungan yang bisa kamu dapatkan. Semoga bermanfaat, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *