Kisah Ibu Siti Aminah: Berkolaborasi di Tengah Pandemi

1 min read

Sudah dua tahun sejak Ibu Siti Aminah bergabung menjadi #PerempuanTangguh Amartha. Sejak bergabung, Ibu Siti Aminah merintis usaha bongkar motor dan mobil di Desa Cidadap, Cianjur, Jawa Barat. Usaha yang digeluti Ibu Siti terbilang cukup baik, ada banyak permintaan dari para pelanggannya. 

Akan tetapi, terbatasnya pergerakan lintas desa setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi COVID-19, berdampak pada menurunnya permintaan terhadap bengkel Ibu Siti Aminah. Alhasil, selama pandemi, Ibu Siti Aminah tidak memiliki pemasukan harian yang stabil.

Berlandaskan usaha bengkel dan keterbatasan modal yang dialami, Ibu Siti Aminah harus terus menghidupi keluarganya. Ia memutar otak untuk menemukan ide usaha yang dapat menghasilkan pemasukan sehari-hari. Ibu Siti tidak mengelak bahwa dirinya berada di posisi dengan banyak keterbatasan sehingga ia berdiskusi dengan suaminya terkait ide usaha yang baru. Setelah penggalian beberapa ide usaha, Bu Siti dan suami sepakat untuk membentuk usaha las. 

Jeli Lihat Peluang, Sri Hartatik Banting Usaha dan Raih Untung Ratusan Ribu Per Hari

Usaha las yang diputuskan oleh Ibu Siti dan suaminya bukan tidak dengan dasar. Suami Ibu Siti sudah memiliki ilmu dasar dan pengalaman dalam melakukan pengerjaan las. Tetap ada tantangan yang dihadapi setelah ia beralih usaha, yakni bengkaknya biaya listrik akibat penggunaan elektronik untuk pengerjaan las sehari-hari. 

Meski demikian, tantangan yang dihadapi Ibu Siti bisa diselesaikan dengan adanya campur tangan dari orang lain. Sejak awal, Ibu Siti dan suaminya berhasil berkolaborasi untuk melakukan peralihan usaha yang tidak terlalu jauh dan senada dengan usaha yang lama. Tidak hanya dukungan dari suami, Ibu Siti Aminah juga dimotivasi oleh para petugas lapangan Amartha. 

Sebagai contoh, Ibu Siti menceritakan saat dirinya dibimbing oleh para petugas lapangan yang ramah untuk mencari usaha baru. Gabungan dari dukungan beberapa pihak membuat Ibu Siti semangat dalam menjalankan perubahan usahanya di tengah pandemi.

Sejak beralih usaha bengkel las, Ibu Siti mampu meraih pendapatan hingga Rp200.000,00 seharinya. Pendapatan harian Iu Siti dari bengkel las bahkan lebih tinggi ketimbang pendapatan harian Bu Siti sebelum COVID-19 dengan usaha bengkel motornya, lho!

Punya Banyak Potensi, Ini yang Bisa Didapatkan Kalau Berdayakan Perempuan

Tentunya, semua orang memiliki harapan atas sesuatu yang dilakukan, termasuk Ibu Siti. Ia berharap supaya usahanya selalu lancar dan mendapat rezeki. Bahkan, Ibu Siti ingin supaya kedepannya ia bisa membuka cabang untuk usaha lasnya. 

Pencapaian Ibu Siti hingga hari ini sangat disyukurinya dan ia juga berterima kasih kepada Amartha dan para pendana karena telah membimbing para ibu-ibu mitra seperti dirinya. Kedepannya, Ibu Siti berharap bahwa tidak hanya dirinya yang maju tetapi juga Amartha supaya bisa lebih banyak membantu ibu mitra. 

Semoga Ibu Siti dan Ibu mitra lainnya selalu sehat dan sukses di tengah pandemi yaa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *