Intip Tren dan Tips Bisnis di Tahun 2021

1 min read

Intip Tren dan Tips Bisnis di Tahun 2021

“Berdasarkan data ini, ada delapan tren bisnis di Indonesia di tahun 2021 ini,” ujar Bhima Yudhistira Adhinegara, Ekonom INDEF dalam acara Seminar Ekonomi Makro yang digelar Amartha pada Jumat (19/2) lalu.

Adapun kedelapan tren bisnis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut berdasarkan persentase-nya adalah Aksesoris Rumah, Staycation, Tanaman Hias atau Berkebun, Farmasi, Kosmetik, Aksesoris Olahraga, Komoditas Ekspor, dan Gadget pendukung WFH. 

Delapan tren tersebut, menurut Bhima didukung pada perilaku konsumsi masyarakat Indonesia selama tahun 2020. Bagi masyarakat kelas atas dan menengah ke atas, perilaku konsumsinya tidak terdampak sehingga mereka masih bisa menopang ekonomi dengan belanja yang besar. Sementara masyarakat kelas bawah, keadaannya berbeda, mereka tidak mengalami perubahan perilaku konsumsi karena mereka tidak bisa melakukan belanja dan hanya bisa menunggu bantuan sosial.

“Banyak tugas besar pengusaha di Indonesia gimana caranya si Crazy Rich ini (masyarakat kelas atas) yang punya pendapatan menengah ke atas dan atas banget untuk belanja karena daya beli mereka tidak terpukul. Yang terpukul adalah masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.

Selain membeberkan tren bisnis di tahun 2021, Bhima turut membagikan tips bisnis bagi UMKM. Sebagai informasi hanya 14% UMKM yang bergabung ke platform digital. Jadi sebenarnya ada 86% UMKM yang masih melakukan transaksi secara fisik. 

UMKM Adalah Pahlawan Ekonomi Nasional Yang Sebenarnya

Di masa pandemi seperti sekarang ini, UMKM tentunya didorong untuk beralih ke digital. Meskipun demikian, tidak semua usaha dapat dipasarkan melalui online. Maka dari itu, Bhima menyarankan untuk UMKM menganalisis terlebih dahulu usaha yang dijalani. 

“Yang pertama, saya akan analisis korbisnis dia, bagaimana dan selama ini kenanya di mana. Kalau pemasaran dan sebagian bisa menggunakan e-commerce maka diajarkan untuk go digital. Tidak semua usaha bisa di Go Digital-kan. Jadi kita kayak business consultant untuk melihat dulu di sebelah mana masalahnya dan apa yang bisa dilakukan secara konkrit.” papar lulusan Universitas Gadjah Mada. 

Tambahnya, sebenarnya, usaha-usaha yang dilakukan oleh P2P Lending Amartha bersama tim Business Partnernya ini sangat membantu para UMKM di pedesaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *