International Women Day, #SaatnyaPerempuan Berdaya Dengan Berinvestasi di Amartha

2 min read

International Women Day, #SaatnyaPerempuan Berdaya Dengan Berinvestasi di Amartha

International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional dirayakan seluruh Dunia, termasuk di Indonesia setiap tanggal 8 Maret.

Hari Perempuan Internasional menjadi kesempatan bagi seluruh perempuan untuk menyerukan kesetaraan gender dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, dan sosial.

Lantas, sejak kapan sih International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional mulai dirayakan di seluruh Dunia? Berikut sejarahnya!

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Penetapan tanggal 8 Maret sebagai International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional bermula pada tahun 1908. Kala itu, 15.000 perempuan melakukan aksi demo di New York, AS, menyuarakan hak mereka tentang peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.

Pada tahun 1910, Pemimpin ‘Kantor Perempuan’ Clara Zetkin mengajukan sebuah gagasan untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional yang menyarankan setiap negara merayakan satu hari dalam setahun untuk mendukung aksi tuntutan perempuan.

Gagasan tersebut disetujui oleh Konferensi Perempuan dari 17 negara yang beranggotakan total 100 perempuan. Sehingga disepakati di tanggal 19 Maret 1911 sebagai perayaan pertama Hari Perempuan Internasional di Austria, Jerman, Denmark dan Swiss.

Di tanggal 8 Maret 1913, pergerakan perempuan di Rusia menggelar aksi damai menentang Perang Dunia I. Setahun kemudian, perempuan di seantero Eropa menggelar aksi yang sama di tanggal yang sama.

Kemudian, tanggal 8 Maret diakui keberadaannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tahun 1975. Semenjak itu, Hari Perempuan Internasional pun diperingati oleh perempuan di seluruh Dunia.

Pemberdayaan Perempuan di Indonesia

Laporan The Global Gender Gap Index 2020 yang dirilis oleh World Economic Forum, mengungkapkan bahwa Indonesia berada di peringkat 85 dari 153 negara dengan skor 0.70. Angka tersebut tidak mengalami perubahan sejak tahun 2018.

Dalam kurun 12 tahun terakhir, Indonesia sebenarnya telah berhasil mempersempit kesenjangan gender sebanyak kurang lebih delapan persen, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Meski begitu, kesenjangan yang masih besar adalah dalam partisipasi dan kesempatan ekonomi serta pemberdayaan politik.

Baca Juga: Pemberdayaan Perempuan Jadi PR Indonesia Untuk Tingkatkan Kesetaraan Gender

Di suatu kesempatan, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati juga mengakui bahwa perjuangan untuk mempertahankan kesetaraan gender di Indonesia adalah suatu perjuangan yang masih panjang.

Sebuah studi memperlihatkan bahwa perempuan terhalang oleh berbagai hal, mulai dari keluarga hingga norma budaya. Padahal, studi juga menunjukan bahwa apabila perekonomian memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan dan laki-laki, maka perekonomian itu akan mendapatkan keuntungan dalam produktivitas yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik.

Menurut Sri Mulyani, jika negara memberi kesempatan yang sama kepada perempuan di dalam hal partisipasi ekonomi, maka produktivitas negara itu akan meningkat nilainya.

“Bahkan mencapai Rp 28 triliun atau 26 persen dari GDP dunia,” ucapnya.

Pernyataan ini juga didukung oleh pernyataan Christine Lagarde, Managing Director International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan jika women empowerment bisa didorong lebih agresif, perekonomian suatu negara bisa meningkat hingga 35 persen. Data tersebut berasal dari hasil riset yang dilakukan oleh IMF.

Amartha Mendukung Pemberdayaan Perempuan di Indonesia

Mitra Usaha Amartha

Sejak didirikan di tahun 2010, Amartha terus mendukung upaya women empowerment dengan menyalurkan pembiayaan modal kepada para perempuan tangguh pengusaha mikro di pedesaan.

Sampai sekarang, Amartha terus berupaya mendukung pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi di Indonesia. Selama 11 tahun terakhir, Amartha telah menyalurkan pendanaan sebesar 3.24 Triliun kepada lebih dari 600.000 perempuan tangguh di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Tidak hanya menyalurkan modal usaha dari investor kepada perempuan tangguh pengusaha mikro, Amartha juga memberikan pendampingan usaha, pelatihan keuangan, hingga cek kesehatan gratis.

Karena itu, Amartha sebagai platform Peer to Peer (P2P) Lending Produktif yang aman dan tepercaya bisa menjadi alternatif investasi terbaik. Pasalnya, kamu bisa berinvestasi sekaligus menciptakan dampak sosial nyata berupa pemerataan kesejahteraan di pedesaan.

Selain itu, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Oh ya, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja. Makanya, yuk bergabung di Amartha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *