Hati-Hati, Ini Yang Kamu Dapatkan Kalau Gak Bayar Pinjaman Online

1 min read

Hati-Hati, Ini Yang Kamu Dapatkan Kalau Gak Bayar Pinjaman Online

Fintech, khususnya pinjaman online menjadi salah satu alternatif pinjaman yang paling efisien diajukan saat seseorang membutuhkan pinjaman.

Di fintech, seseorang yang ingin mengajukan pinjaman cukup melampirkan beberapa dokumen pribadi seperti KTP, KK, NPWP, dan slip gaji. Tak sampai 24 jam pinjaman yang diajukan sudah sampai ke tangan Anda.

Hal tersebut tentnya tidak sebanding apabila mengajukan pinjaman di perbankan atau layanan keuangan konvensional lainnya. Pencairan dana memerlukan waktu berhari-hari.

Kemudahan dalam mendapatkan “dana cepat” melalui pinjaman online tentu mendapat sambutan meriah dan bikin ketagihan oleh masyarakat di berbagai kalangan. Sampai-sampai tidak bijak dalam menggunakan kehadiran dana pinjaman online tersebut.

Kamu Boleh Berhutang, Asalkan…

Ketidakbijakkan seseorang dalam menggunakan dana pinjaman online sejatinya adalah memperburuk hidupnya karena jeratan utang yang tiada habisnya.

Sama seperti lembaga keuangan konvensional, pinjaman online juga memiliki sejumlah tindakan bagi pengguna yang tidak membayar pinjaman. Maka dari itu simak beberapa risiko yang akan kamu dapatkan bila tidak mampu membayar pinjaman:

  1. Di Blacklist OJK

Ingat dokumen apa saja yang dibutuhkan saat mengajukan pinjaman? Nah dokumen tersebut memiliki tujuan agar si perusahaan pinjaman online itu mengetahui identitas nasabah.

Identitas tersebut kemudian akan dilaporkan ke OJK untuk di blacklist. Sehingga kamu tak lagi bisa mengajukan pinjaman dari lembaga apapun yang tersedia di Indonesia.

Pastikan Anda membayar pinjaman online secara tepat waktu agar skor kredit Anda bersih.

2. Bunga Yang Terus Bertambah

Membayar bunga adalah kewajiban bagi setiap orang yang mengajukan pinjaman, termasuk pinjaman online. Apabila tidak bisa membayarnya, bunga tersebut akan terus bertambah dan membuat utang Anda tidak akan ada habisnya.

Dalam melakukan pinjaman online, Anda wajib mempelajari terlebih dahulu berapa besaran bunga yang ditetapkan. Pastikan bunga tersebut sesuai dengan profil risiko Anda.

Berdasarkan aturan OJK, bunga dan denda telat membayar di suatu fintech atau pinjaman online maksimalnya ada di angka 0,8 persen per harinya.

Selanjutnya, jumlah denda telat bayar maksimal yang bisa dikenakan pengguna yaitu 100 persen dari jumlah pokok pinjaman. Waw besar juga kan?

3. Dikejar Tim Collection

Salah satu tugas dari Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) adalah mengatur proses penagihan.

Adapun proses penagihan pertama kali yaitu diingatkan melalui pesan singkat (SMS, email, telepon).

Selanjutnya, tim collection akan melakukan penagihan ke peminjam atau menghubungi orang terdekat.

Nah, agar tidak merepotkan orang terdekat, ada baiknya Anda membayar pinjaman online secara tepat waktu. Misalkan saat sudah gajian, bayar pinjaman online terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *