Genjot Ekonomi Syariah, Presiden Jokowi Berniat Bangun Bank Syariah Raksasa

1 min read

Genjot Ekonomi Syariah, Presiden Jokowi Berniat Bangun Bank Syariah Raksasa

Presiden Jokowi terus membidik pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air.  Dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, Jokowi melihat Indonesia berpeluang menjadi pemain utama ekonomi dan keuangan syariah.

Bahkan, Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini melihat fenomena industri keuangan syariah di Indonesia layaknya raksasa yang tertidur. Punya kekuatan yang besar, namun sayangnya ada belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat kondisi inilah, Jokowi menyebutkan bahwa pemerintah RI berupaya untuk membangunkan si raksasa yang sedang tidur itu.

Salah satu cara yang akan ditempuh Pemerintah RI adalah dengan rencana penggabungan sejumlah bank pelat merah syariah menjadi satu. Nantinya, bank syariah raksasa ini akan menjadi era baru industri keuangan syariah.

Rencananya, pemerintah RI akan segera menggabungkan seluruh aset bank syariah pelat merah yang terdiri dari PT Bank BRISyariah Tbk BRIS, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Ketiga bank tersebut diketahui memiliki total aset sekitar Rp 214 triliun hingga semester pertama tahun 2020.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga telah buka suara mengenai rencana penggabungan tiga bank syariah. Ia menyebut, merger tersebut berpotensi menghasilkan total aset Rp 390 triliun di tahun 2025.

Pada tahap awal, dengan bergabungnya ketiga bank syariah tersebut maka rencana bank syariah raksasa tersebut akan memiliki aset sekitar Rp 225 triliun. Angka ini juga meliputi 1.200 kantor cabang dan 1.700 ATM di seluruh pelosok tanah air.

Selain punya aset jumbo, bank syariah raksasa hasil leburan ini juga akan mempunyai total pembiayaan sebesar Rp 165 triliun atau setara dengan 44,99% total pembiayaan seluruh bank syariah dan UUS (unit usaha syariah) di Indonesia yang berada di angka Rp 368 triliun.

Dalam merger ini, PT Bank Mandiri rencananya akan menjadi pemegang saham mayoritas dari bank syariah raksasa ini dengan kepemilikan sebesar 51,2 %. Komposisi pemegang saham lainnya selain PT Bank Mandiri adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 17,4%, DPLK BRI-Saham Syariah 2%, serta investor publik 4,4%.

Jokowi, menyebutkan, hasil penggabungan bank syariah pelat merah ini akan punya potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar. Menurutnya, merger tiga bank syariah tersebut merupakan komitmen dan upaya pemerintah menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional serta secara jangka panjang akan mendorong Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Perlu kamu tahu, salah satu platform penyedia jasa P2P Lending Produktif terbesar saat ini yaitu Amartha juga sudah menjalankan pembiayaan berbasis syariah. Pembiayaan berbasis syariah dari Amartha ini tidak hanya menguntungkan, namun juga memberikan berkah serta social impact kepada pendana maupun peminjam.

Selain itu, produk pembiayaan syariah dari Amartha ini telah meraih rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional MUI loh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *