Cara Mudah Atasi Konflik Internal Dengan Rekan Bisnis

58 sec read

Cara Mudah Atasi Konflik Internal Dengan Rekan Bisnis

Mengelola bisnis dengan teman tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Salah satu kelebihan yang amat terasa dan dialami oleh banyak calon pebisnis adalah soal modal. Membangun bisnis bersama teman tentu dapat meringankan modal usaha. Sementara kekurangannya adalah terjadi konflik internal.

Konflik internal dalam berbisnis bisa terjadi dari hal yang sepele dan kapan saja. Meskipun demikian, semua konflik tentu dapat diatasi dan dicari jalan keluarnya.

4 Tips Memulai Bisnis Bareng Teman

Berikut ini beberapa cara mudah mengatasi konflik internal yang kerap terjadi dengan rekan bisnis.

1. Cari Tahu Akar Masalah

Pertama-tama gunakan kepala dingin untuk menggali akar masalah yang terjadi. Hal ini adalah langkah awal yang krusial dan perlu dilakukan sebelum merespon atau mengambil keputusan.

Dengan mengetahui akar masalah, dapat membantu kita dalam mencari solusi yang tepat dan melanjutkan bisnis. Langkah ini lebih baik dibanding merespon masalah dengan serangan verbal atau emosi yang meluap-luap.

2. Lakukan Mediasi

Seperti yang telah disinggung di atas, konflik internal dapat terjadi dalam berbagai macam jenis. Ada yang bisa selesai dengan sanksiatau surat peringatan dan ada juga yang memerlukan camput tangan pihak lain menggunakan mediasi.

Mediasi biasa dilakukan dengan campur tangan pihak lain yang netral dan berperan sebagai penengah. Pelaku mediasi atau si mediator bertugas membuka ruang diskusi, menciptakan diskusi yang netral, dan menawarkan solusi yang ideal dan rasional bagi kedua belah pihak.

3. Rujuk dan Persuasi

Rujuk dan Persuasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar pihak yang tengah berkonflik menyelesaikan masalah dan melanjutkan kerjasama bsinsis.

Rujuk dan persuasi dalam hal ini adalah menawarkan sudut pandang atau solusi tertentu pada pihak yang berkonflik. Apabila berhasil, maka tidak menutup kemungkinan pihak yang berselisih ingin berubah pikiran dan memilih metode rujuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *