Cara Jual Beli Investasi ETF Index Fund Internasional di Amerika – Pinjaman Online, Investasi, Keuangan, Asuransi

10 min read

Tidak berani beli saham di luar negeri ? Jangan khawatir, Anda bisa mencoba ETF Index Fund sebagai cara mudah untuk investasi di saham internasional yang aman, mudah dan menjanjikan. Apa itu ETF, bagaimana cara jual beli ETF di pasar Amerika dan Internasional ? Apa bedanya ETF dengan Reksadana ?

Keputusan untuk melakukan investasi saham di luar negeri bukan keputusan yang mudah. Banyak kekhawatiran, apalagi untuk investor pemula.

Namun, pasar saham di Amerika itu sudah sedemikian maju, sehingga banyak sekali pilihan instrumen investasi yang bisa digunakan. Instrumen yang bisa disesuaikan dengan tingkat kecanggihan investor.

Jadi, buat investor pemula atau yang masih takut – takut masuk ke pasar internasional, bisa mencoba instrumen yang mudah dulu. Salah satunya adalah ETF atau Exchange Traded-Fund. 

ETF merupakan instrumen yang sangat cocok untuk pemula yang ingin berinvestasi di saham – saham Amerika dan Bursa Internasional. Tidak perlu pusing memikirkan saham apa yang harus dipilih, bisa melakukannya secara auto-pilot dan duduk rileks menunggu hasilnya.

ETF merupakan semacam Index Fund yang dijual melalui bursa.

Tulisan ini dibagi beberapa bagian:

  1. Apa itu ETF dan manfaatnya
  2. Jenis ETF Internasional
  3. Cara Membuka Rekening untuk Transaksi ETF di Bursa Amerika dan Internasional
  4. Tips transaksi ETF di luar negeri

Apa itu ETF

Sesuai namanya, exchange traded fund, ETF adalah fund yang diperdagangkan di exchange atau bursa saham.

Jadi, ETF adalah sejenis Reksadana yang dijual belikan di bursa efek layaknya  saham.

Anda kalau beli Reksadana pergi ke agen penjual, seperti Bareksa, TanamDuit, Ajaib dan lain-lain, sementara kalau ingin beli ETF beli di Bursa Efek dengan membuka rekening di sekuritas.

Definisi ETF, menurut Bursa Efek Indonesia, adalah “ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek. ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli.”

Apa yang membuat ETF menarik ?

Diversifikasi.

Anda bisa membangun diversifikasi  sangat mudah dengan membeli ETF.

Don’t put your eggs in one basket.

Anda bisa melakukan diversifikasi sendiri sebenarnya, tetapi membutuhkan dana yang cukup besar. 

Minimum pembelian saham di BEI adalah 100 lembar. Misalnya, ingin diversifikasi ke 5 saham, itu artinya Anda harus membeli @100 lembar untuk masing – masing saham. Jika asumsi harga saham Rp 1,000 per lembar, Anda harus menyiapkan uang total Rp 5 juta untuk bisa investasi di ke 5 saham tersebut.

Jadi, meskipun ahli keuangan sangat menyarankan, namun realitanya diverifikasi bukan perkara mudah, khususnya buat investor pemula dengan dana terbatas.

Solusinya adalah ETF.

Berbeda dengan beli saham yang harus beli satu – satu perusahaan, Anda cukup beli satu ETF dan itu artinya sudah beli ke berbagai perusahaan yang menjadi komposisi ETF tersebut.

Contohnya, di pasar USA bisa beli ETF berbasis S&P 500, artinya Anda berinvestasi di 500 saham perusahaan terbaik di pasar USA tanpa perlu membeli ke 500 saham tersebut.

Demikian pula di BEI, saat beli ETF LQ45, itu artinya Anda investasi ke 45 saham dalam indeks LQ45 BEI.

ETF Index Fund vs Reksadana

Meskipun Manajer Investasi sama – sama mengelola fund, perbedaan krusial antara Reksadana dan ETF adalah:

a) Aktif vs Pasif

Manajer investasi di Reksadana mengelola investasi secara aktif, beli dan jual saham secara rutin. 

Bisa lihat di fund-fact sheet Reksa Dana yang setiap bulan mencantumkan komposisi saham yang Reksadana miliki. Komposisinya akan selalu berubah – ubah.

Reksadana disebut active investing.

ETF melakukan hal berbeda, mengelola investasi secara pasif. Pasif artinya Manajer Investasi membeli saham berdasarkan komposisi indeks yang digunakan sebagai acuan ETF.

Manajer Investasi ETF pasif mengikuti isi saham dalam indeks.

Contohnya, ETF LQ45 di BEI atau ETF S&P 500 di NYSE, Manajer Investasi membeli saham mengikuti isi indeks LQ45 atau S&P 500, baik dari nama saham dan jumlahnya.

Selama komposisi saham dalam indeks tidak berubah, Manajer Investasi tidak akan merubah saham dalam ETF.

Apakah aktif investing akan selalu menguntungkan karena Manajer Investasi terus mencari peluang saham terbaik ?

Nah, disini uniknya. 

Dalam investasi saham, aktif investing tidak selalu lebih baik dari passive investing, bahkan sudah banyak penelitian dari akademisi, dimuat di berbagai journal, yang menemukan bahwa passive investing lebih superior daripada active investing.

Kenapa ? Cost.

b) Fee ETF Sangat Murah

Karena ETF itu passive investing dengan Indeks sebagai acuan, biaya investasi mereka menjadi sangat murah.

Di ETF, Manajer Investasi tidak perlu melakukan riset, tidak harus mempekerjakan analis saham bergaji mahal, cukup mengikuti komposisi saham yang terdapat dalam Indeks.

Sementara, Manajer Investasi di Reksadana menuntut fee management lebih tinggi karena harus melakukan banyak pekerjaan untuk bisa memutuskan saham apa yang layak beli dan saham apa yang harus dijual.

Dengan cost sangat murah, beli ETF menjadi lebih menguntungkan dibandingkan Reksadana.

Lho, bukankah Manajer Investasi Reksadana, orang yang jago-jago dalam investasi ?

Betul, mereka jago – jago, tetapi Anda perlu pertimbangkan ini:

  • Beating the Market, mengalahkan pasar saham, bukan pekerjaan mudah dan boleh dikatakan sangat sulit, bahkan oleh Manajer Investasi
  • Biaya management fee harus memotong performance Manajer Investasi dan fee ini dalam Reksadana dihitung dari jumlah dana kelolaan, bukan dari bagus tidaknya kinerja Reksadana.

Dengan pertimbangan diatas, banyak ahli keuangan, termasuk Warren Buffet, yang menyarankan berinvestasi di Indeks Fund atau ETF buat para investor pemula.

Masalah Indonesia ETF BEI

BEI sudah menawarkan ETF. Saat ini ada 45 ETF di BEI.

Anda bisa melakukan investasi di ETF, tetapi perlu diperhatikan bid-ask spread yang cukup lebar karena likuiditas transaksi ETF di BEI masih terbatas. 

Akibatnya, Bid – Ask spread harga ETF di bursa menjadi lebar, karena transaksi yang kurang likuid.

Kondisi ini kurang menguntungkan buat investor karena harus membeli dalam harga lebih mahal dan menjual dalam harga lebih murah.

ETF Bursa Luar Negeri

Saya lebih tertarik melakukan investasi ETF di pasar luar negeri, khususnya di USA.

Ada sejumlah alasan:

A. Perusahaan Terbesar

Wall Street adalah tempatnya perusahaan – perusahaan kelas dunia. Google, Amazon, Facebook, Apple, Coca Cola, adalah contoh saham yang Anda bisa beli di pasar negeri Paman Sam ini.

B. Banyak Pilihan ETF

Karena pasar yang besar dan industri yang sudah lama, investor bisa membeli berbagai macam jenis ETF di bursa Amerika. Tidak hanya yang berbasis saham, tetapi juga komoditas dan instrumen keuangan lain.

Contoh ETF di USA adalah:

  • Indeks Saham – S&P 500, Total Market (semua saham yang ada di bursa USA), Saham Kapitalisasi Kecil dll
  • Komoditas – ETF berdasarkan harga komoditas, misalnya emas, minyak dll
  • Real Estate – ETF berdasarkan indeks harga Real Estate property
  • Obligasi – ETF berdasarkan harga Bond/Obligasi

Jadi, masuk ke ETF di USA, boleh dikatakan Anda masuk ke pasar dengan banyak sekali pilihan instrumen, sangat bervariasi, tergantung kebutuhan dan tujuan investasi.

C. Diversifikasi

Seperti yang sebelumnya saya jelaskan, salah satu keuntungan ETF adalah kesempatan melakukan diversifikasi secara mudah dan optimal.

Anda tidak perlu beli saham atau instrumen lain satu persatu tetapi cukup beli satu ETF maka investasi sudah terdiversifikasi secara otomatis.

Saya ambil contoh di USA ada ETF Emerging Markets yang isinya adalah saham – saham terbesar di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Anda cukup beli satu saham ETF Emerging Markets maka otomatis sudah terekspos ke berbagai saham dari pasar negara berkembang, tanpa perlu datang ke setiap bursanya untuk membeli saham.

Bisa pula jika ingin beli saham ‘small caps’ atau kapitalisasi kecil, Anda cukup investasi di ETF small caps, tidak perlu beli semua saham small caps yang jumlahnya ribuan. Saham small caps dianggap mendatangkan return lebih tinggi sehingga kerap menjadi incaran investor.

D. Komisi Murah

Karena ETF diperdagangkan di bursa saham, keuntungannya adalah Anda bisa beli ETF sesuai ketentuan minimum investasi yang berlaku di bursa.

Good news-nya, beda dengan di BEI yang minimum harus beli 100 lembar saham, di pasar USA orang bisa beli dari 1 lembar saham saja.

Tidak ada ketentuan minimum pembelian saham di bursa USA.

Hal yang berbeda jika Anda ingin investasi di Reksadana di USA. Saya pernah mencoba membuka dan terkendala minimum investasi Reksadana di USA yang cukup tinggi, mencapai ribuan US$.

E. Better dari Reksadana USA

Sebenarnya, jika dilihat isinya, komposisi di ETF sama dengan Index Fund – Reksadana yang berinvestasi di Indeks.

Tapi, pengalaman saya, untuk investor non US citizen, beli Reksadana di pasar USA tidak mudah karena beberapa kendala:

  • Reksadana di USA tidak menerima investor dari luar Amerika Serikat. Untuk daftar, Manajer Investasi mewajibkan calon investor mengisi Social Security Number.
  • Minimum investasi Reksadana di USA cukup besar, ribuan US$.

Jadi, salah satu alasan utama saya dulu beli ETF karena awalnya ingin beli Reksadana Indeks, tetapi tidak jadi. Lalu saya cari instrumen yang sama dengan Reksadana Indeks, ketemu dengan ETF yang ternyata lebih powerfull.

Jenis – Jenis ETF

Salah satu alasan kenapa saya tertarik membahas ETF adalah karena pilihan investasi yang ditawarkan nya, sangat beragam dan menarik. 

Dari perspektif investor ritel, yang dananya terbatas, eksposur tidak banyak, pilihan diversifikasi yang ditawarkan ETF ini sangat membantu.

1) Vanguard Total Stock Market

Vanguard Total Stock Market, kode ‘VTI’, adalah produk Vanguard, perusahaan fund terbesar di dunia saat ini, yang komposisi ETF adalah tracking semua saham di pasar USA.

Simpelnya, beli ETF ini berarti punya semua saham di pasar Amerika Serikat. Keuntungannya adalah portofolio yang sangat terdiversifikasi dan manajemen fee-nya sangat murah, hanya 0,03%.

2) Vanguard FTSE Emerging Market

Vanguard FTSE Emerging Markets, kode ‘VWO’, adalah ETF yang mengikuti indeks FTSE negara berkembang yang terdiri atas 850 saham besar dan menengah di 22 negara berkembang (emerging markets), seperti Brazil, China, Taiwan, Afsel dll.

Emerging markets umumnya menawarkan return dan risiko lebih tinggi, namun dengan diversifikasi, resiko tersebut diharapkan bisa dikelola lebih baik.

Keuntungan beli ETF ini adalah bisa mendapatkan eksposur ke saham di negara berkembang, tanpa harus membeli saham tersebut satu persatu di bursa.

3) Vanguard S&P 500

ETF favorit saya, Vanguard S&P 500, kode ‘VOO’, tracking indeks S&P 500 yang berisi 500 saham terbaik di USA. Semua saham big cap USA masuk dalam ETF ini.

Keuntungannya adalah diversifikasi ke saham big cap di USA dan management fee murah, 0,03%.

4) SPDR Gold

ETF SPDR Gold, kode ‘GLD”, dari State Street fund manager mengikuti pergerakan harga emas dunia. Tidak perlu membeli emas, cukup investasi di ETF ini jika ingin berinvestasi di pasar emas dunia.

Fee atau expense ratio di 0,40%. 

5) Vanguard Real Estate

ETF Vanguard Real Estate ETF, kode ‘VNQ’, mengikuti pergerakan harga sektor properti di USA. Yang ingin investasi di pasar properti, tanpa harus beli properti, bisa membeli ETF jenis ini.

Fee atau expense ratio masih cukup rendah, hanya 0,12%.

Tips Investasi

Tips Investasi

Sejumlah hal bisa Anda pertimbangkan saat investasi ETF sebagai berikut:

1. Cocok untuk Diversifikasi

ETF cocok untuk Anda melakukan diversifikasi investasi. Karena acuan ETF sebagian besar adalah indeks yang terdiri atas ratusan saham, sehingga relatif lebih aman.

2. Hati – Hati ETF Eksotis

Seiring waktu, mungkin karena permintaan, jenis ETF berkembang dan masuk segmen – segmen yang eksotis. ETF tidak lagi hanya semata indeks.

Perlu berhati – hati investasi di ETF yang sangat fokus ke hanya saham – saham tertentu saja atau instrumen tertentu karena resikonya pasti lebih tinggi dan tujuan diversifikasi jadi tidak tercapai.

3. Jangka Panjang

Seperti semua investasi saham, keuntungan investasi ETF bisa dicapai dalam periode jangka panjang. Investasi dalam jangka pendek, apalagi melakukan trading, tidak akan menghasilkan keuntungan yang optimal di ETF.

4. Cocok Pemula

Awal masuk ke pasar USA, saya memanfaatkan ETF sebagai instrumen pertama. Cara investasinya mudah, tidak perlu meneliti saham satu persatu, cukup beli 1 ETF sudah bisa terekspos pada satu market.

5. Deposit Rendah

Untuk bisa melakukan investasi ETF, Anda perlu memilih broker yang tepat, yaitu jenis multi-asset dan minimum deposit rendah. Saya menggunakan eToro karena saya nilai broker ini memenuhi sejumlah kriteria broker internasional yang baik, sesuai yang saya sampaikan sebelumnya.

Cara Buka Rekening

Cara Buka Rekening

Broker internasional yang saya akan gunakan adalah eToro

Ada banyak broker internasional lainnya, tetapi saya pilih eToro karena saya lihat paling cocok dengan investor ritel dan investor di Indonesia, karena alasan berikut:

  • Minimum investasi sangat terjangkau untuk buka rekening. Hanya sekitar $200 dan mulai transaksi $500.
  • Setor deposit bisa ke rekening Rupiah di Indonesia. Saya pernah merasakan mahal dan ribetnya transfer uang ke luar negeri. Transfer uang ke luar negeri juga tidak cocok kalau dilakukan dalam jumlah kecil, yang biasanya dilakukan oleh investor ritel.
  • Penarikan dana langsung ke rekening bank di Indonesia membuat uang masuk dengan cepat. Dari pengalaman saya, kalau broker hanya bisa menarik uang dalam mata uang asing di rekening luar negeri, akan lama.
  • Customer Service berbahasa Indonesia 24/5. Investor yang baru, apalagi ini ke pasar luar negeri, pasti banyak yang ingin ditanyakan atau sekedar konsultasi. Di broker saham internasional yang saya tahu, tidak menyediakan CS berbahasa Indonesia, semuanya harus dalam bahasa Inggris.
  • Komisi 0% alias gratis untuk melakukan transaksi jual beli saham.
  • Legalitas eToro solid. Punya izin dari regulator di Australia dan Inggris untuk melakukan transaksi di pasar saham USA dan Internasional.

eToro

adalah broker yang menawarkan banyak instrumen keuangan dalam 1 platform – saham, crypto, komoditas, forex, ETF, CFD dan Indeks. Investor punya banyak pilihan instrumen untuk mendapatkan return terbaik dan diversifikasi portofolio

Pasar yang dicover meliputi USA, Inggris, Eropa,Hongkong, Arab Saudi. Anda cukup berhubungan lewat 1 broker untuk bisa menjangkau berbagai pasar saham internasional.

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan investasi ETF lewat eToro.

a) Proses Buka Rekening

Untuk melakukan transaksi dan buka rekening di eToro wajib memenuhi hal berikut:

  1. Mengisi formulir, menjawab serta mengkonfirmasi sejumlah pertanyaan di pembukaan rekening, dan mengupload dokumen identitas.
  2. Menunggu verifikasi eToro yang mengecek data serta dokumen
  3. Menyetor uang deposit untuk pembukaan rekening

b) Isi Form di Aplikasi

Pengisian data terdiri atas beberapa steps:

  • Data pribadi: nama, alamat, kontak dan lain – lain
  • Pengalaman, pengetahuan trading dan rencana investasi
  • Risk profile: berapa besar rencana investasi serta kesiapan menerima kerugian
  • Sumber investasi: gaji, warisan, penghasilan dan lain-lain
  • Status pekerjaan: apakah ada yang kerja di otoritas bursa, public company, lalu informasi bidang usaha serta pekerjaan saat ini
  • Asset: jumlah penghasilan saat ini, jumlah asset/cash yang dimiliki.
  • NPWP wajib diisi.

Setelah mengisi data, berikutnya adalah mengupload dokumen dibawah ini:

  1. Identitas. eToro menerima KTP sebagai dokumen identitas nasabah dari Indonesia.
  2. Menunjukkan alamat tempat tinggal, yaitu tagihan bank atau utilitas seperti listrik, air atau telepon, dengan masa pengiriman kurang dari 6 bulan. Jika tidak memiliki dokumen tagihan tersebut, nasabah bisa menggunakan SIM sebagai bukti alamat, selama alamat di SIM adalah alamat domisili sekarang.

Upload dokumen adalah proses terakhir, karena setelah itu, saya menunggu eToro melakukan verifikasi yang membutuhkan waktu paling lama sekitar 3 hari.

Untuk menanyakan status akun, nasabah bisa juga menindaklanjuti ke eToro melalui email ke [email protected]

Setelah menunggu 3 hari, saya menerima email yang menyatakan bahwa eToro sudah menyetujui rekening saya.

c) Deposit $500

Harus menyetorkan dana, minimum $500 untuk bisa memulai jual beli ETF. Setorkan dalam Rupiah, tidak dalam US$.

Masuk ke aplikasi, lihat ke bagian ‘deposit fund’, klik disana dan eToro akan memberikan pilihan cara menyetorkan dana deposit, yaitu:

  1. Transfer ke Rekening Bank Lokal Indonesia. Tidak ada biaya transfer
  2. PayPal
  3. Kartu Debit Visa dan Mastercard

Pilih ‘local bank’ karena prosesnya cepat (saat itu juga masuk rekening eToro) dan tidak kena biaya transfer.

Klik ‘local bank’ akan muncul daftar bank di Indonesia yang bisa menerima setoran ke eToro. Bisa pilih Bank BCA.

d) Jual Beli ETF

Sekarang, bagaimana melakukan beli dan jual ETF ? 

Sebelum itu, saya harus harus menandatangani W8EN Form. Tanpa tanda tangan form ini, regulasi melarang melakukan transaksi di pasar saham US.

Regulasi di USA mewajibkan pengisian form ini  saat warga negara bukan USA akan melakukan jual beli saham di pasar USA. Form ini membuktikan bahwa Anda bukan warga negara Amerika.

eToro menyediakan layanan tanda tangan form secara elektronik di komputer atau ponsel, atau bisa pula cetak dokumen, tanda tangan lalu di scan dan kirim via email.

Setelah beres dengan form, lanjut pembelian atau penjualan ETF, Anda klik ‘Trade’ dan akan masuk ke beranda jual beli ETF, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Minimum pembelian adalah $500
  • Pilih X1 untuk pembelian tanpa leverage (tanpa hutang)

Klik ‘Set Order’ untuk melakukan order pembelian atau penjualan. Setelah itu, Anda bisa mengecek semua status order di laporan jual beli.

Ketika order saham berhasil dieksekusi, Anda bisa mengecek kepemilikan saham di laporan portfolio. Laporan portfolio menunjukkan semua instrumen yang Anda miliki saat ini dan nilainya.

e) Withdraw

Pilihan untuk menarik dana, WD, sama dengan deposit, yaitu bank lokal, PayPal, kartu debit/kredit Visa Mastercard dll.

Cara yang paling mudah adalah lewat online banking, sama seperti saat transfer deposit, yang mana Anda akan terima dana di rekening dalam waktu 1 – 2 hari.

Untuk menarik uang, withdraw fund (WD), Anda cukup pilih fungsi ini di layar akun, dengan ketentuan WD adalah:

  • Minimum penarikan adalah $30
  • Fee untuk setiap penarikan $5

Saya belum pernah melakukan penarikan dana di eToro. Tetapi, sejauh ini saya belum pernah membaca atau mendengar nasabah mengalami kesulitan dalam penarikan dana.

f) Trial Account

Salah satu cara memastikan bahwa broker yang akan kita gunakan legit, terpercaya dan punya sistem yang bagus, Anda melakukan simulasi perdagangan dengan trial atau akun demo. 

eToro menyediakan trial akun ini dan investor bisa menggunakan untuk simulasi transaksi persis seperti transaksi biasa, hanya bedanya tidak menggunakan uang.

Selama trial, Anda periksa semua fungsi, fitur dan layanan dengan akun trial, sehingga dari sini, bisa menilai apakah ini broker yang baik, memiliki sistem yang bagus atau tidak.

Meskipun akun trial tidak 100% sama dengan transaksi real, tetapi paling tidak Anda bisa punya gambaran sebelum mulai trading.

Langkah Transaksi ETF

Estimate Cost : USD

Time Needed : 01 hours 00 minutes

Cara Buka Rekening ETF di eToro

  1. Unduh eToro

    Unduh aplikasi eToro Internasional di PlayStore

  2. Fee Rendah

    eToro menawarkan fee trading rendah

  3. Daftar Akun

    Buka akun eToro di aplikasi, isi email.

  4. Akun eToro

    Akun eToro di aplikasi dengan berbagai fitur

  5. Trading ETF

    eToro multi-asset dengan ETF salah satunya.

  6. Deposit Rupiah

    Cukup deposit Rupiah di Rekening Bank di Indonesia

  7. Withdraw Uang

    Tarik uang bisa ke rekening rupiah pada bank di Indonesia

  8. Daftar ETF

    Sejumlah ETF yang bisa di jual beli

  9. ETF Total Stock Market

    Vanguard Total Stock Market – ETF seluruh saham

  10. ETF S&P 500

    Vanguard S&P 500 – 500 saham terbaik di USA

  11. ETF Property

    Vanguard Real Estate – saham property terbaik di USA

  12. ETF Emerging Market

    Vanguard emerging market – saham di negara berkembang

  13. ETF Emas

    Vanguard Emas – ETF mengikuti pergerakkan harga emas

Kesimpulan

Kesempatan untuk investasi saham di pasar luar negeri terbuka lebar saat ini. Namun, tidak semua orang berani melakukannya.

Instrumen keuangan yang cocok untuk pemula yang ingin berinvestasi di bursa Amerika dan Internasional adalah ETF. ETF itu aman, terdiverfikasi dengan baik dan return cukup menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *