Beda Inflasi dan Deflasi serta Pengaruhnya Pada Keuanganmu!

3 min read

Beda Inflasi dan Deflasi serta Pengaruhnya Pada Keuanganmu!

Inflasi dan deflasi merupakan dua hal yang seringkali dibicarakan. Pasalnya, kedua hal tersebut akan mempengaruhi posisi perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia ke depannya.

Biasanya, inflasi selalu dikaitkan dengan harga barang yang semakin mahal. Sebaliknya, deflasi adalah penurunan harga barang yang dijual oleh masyarakat. Peningkatan dan penurunan harga di pasar sangat ditentukan oleh kedua hal ini.

Lantas, apa sih penjelasan lengkap dari inflasi dan deflasi? Berikut pembahasannya!

Apa Itu Inflasi?

Inflasi sendiri sudah banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi dengan sudut pandangnya masing-masing. Setiap definisi sejatinya memiliki benang merah yang sama. Secara umum, Inflasi adalah kenaikan harga dimana terdapat kecenderungan terhadap peningkatan harga secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu.

Peristiwa kenaikan harga yang dimaksud adalah bukan hanya dari satu atau dua barang saja akan tetapi meluas pada hampir seluruh barang. Definisi inflasi sejatinya adalah sebagai bentuk proses peristiwa penurunan nilai tukar mata uang secara berkala. Pada kondisi ini, tingkat harga tinggi tidak selalu diartikan sebagai inflasi.

Ekonom Parkin dan Bade menyatakan inflasi selalu berkaitan dengan harga dimana terjadi pergerakan peningkatan dari tingkat harga. Kondisi ini dapat disebut dengan ratio jumlah uang untuk mendapatkan barang. Sedangkan Nopirin menyebutkan bahwa inflasi adalah peristiwa kenaikan harga barang secara umum yang terjadi terus menerus pada beberapa waktu tertentu.

Berdasarkan beberapa pengertian inflasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa inflasi terjadi jika terdapat tiga kondisi yaitu:

  • Terjadi Kenaikan Harga barang dibandingkan dengan periode sebelumnya.
  • Inflasi tidak dikatakan terjadi sebelum kenaikan harga barang mengalami kenaikan Secara Umum atau sederhananya harga naik tidak hanya pada satu atau dua barang saja namun hampir seluruh barang mengalami kenaikan harga.
  • Kenaikan harga terjadi secara terus menerus, biasanya berlangsung beberapa bulan. Jika kenaikan hanya terjadi sesaat maka belum dapat dikatakan terjadi inflasi.

Apa Itu Deflasi?

Definisi deflasi adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan harga-harga barang secara masif dan terus menerus pada periode yang singkat. Deflasi ini sangat bertolak belakang dengan inflasi yang menyebabkan kenaikan harga-harga barang secara umum. Oleh karena itu, deflasi ini dapat diartikan juga dengan disinflasi atau penurunan tingkat inflasi.

Perlu diketahui, kondisi deflasi tidak hanya menyebabkan harga-harga barang yang turun akan tetapi juga menyebabkan penurunan tingkat upah secara umum. Terjadinya deflasi pada umumnya akibat rendahnya rasio perbandingan antara jumlah uang beredar dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

Sebagai informasi, terdapat 2 jenis deflasi yang perlu diketahui, yaitu:

  • Deflasi Strategis merupakan deflasi yang timbul akibat dari ditetapkannya kebijakan terkait pengendalian gejala konsumsi yang berlebihan dalam rangka menekan kenaikan harga di pasar.
  • Deflasi Sirkulasi adalah deflasi yang muncul pada masa transisi dari ekonomi yang stabil menuju kemerosotan ekonomi. Kondisi ini timbul karena adanya ketidakseimbangan antara konsumsi dan daya produksi. Keadaan tersebut akan menyebabkan penurunan harga di pasaran pada resesi ekonomi dimana diawali dengan berkuangnya kebutuhan masyarakat pada barang ekonomis secara masif.

Adapun, penyebab dari kondisi deflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni:

  • Turunnya jumlah uang yang beredar
  • Peningkatan persediaan barang yang ditawarkan
  • Turunnya permintaan akan barang yang ditawarkan

Deflasi tentu saja akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara. Secara umum pengaruh besar deflasi ini yaitu:

  • Berkurangnya jumlah uang beredar
  • Aktivitas ekonomi yang terhambat
  • Efek domino dari lesunya aktivitas ekonomi

Dampak Inflasi dan Deflasi Terhadap Keuanganmu

Selain berpengaruh terhadap perekonomian suatu negara, inflasi dan deflasi juga dapat berdampak langsung terhadap keuangan masing-masing orang. Pada umumnya, kondisi inflasi akan berefek langsung terhadap pendapatan yang sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan tetapi ada pula yang diuntungkan dengan adanya inflasi.

Misalnya seseorang yang memperoleh pendapatan tetap akan dirugikan oleh adanya inflasi. Sebagai contoh, seseorang yang memperoleh pendapatan tetap Rp. 100.000.000 per tahun sedang laju inflasi sebesar 10%, akan menderita kerugian penurunan pendapatan riil sebesar laju inflasi tersebut, yakni Rp. 10.000.000.

Sedangkan deflasi, dampak buruknya cukup besar bagi kamu yang menjadi pelaku usaha. Pasalnya, kondisi deflasi akan menyebabkan perputaran uang yang terjadi di masyarakat sangat sedikit sehingga daya beli konsumen akan berkurang drastis. Imbasnya, produk tidak laku dan pelaku usaha harus melakukan sedikit penyesuaian, seperti penurunan upah ataupun pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perlu kamu tahu, kondisi inflasi dan deflasi sedikit banyak akan menimbulkan permasalahan ekonomi. Karena itu, ada baiknya kamu memulai untuk berinvestasi untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah satu instrumen investasi yang dapat kamu pilih saat ini adalah Investasi Peer to Peer (P2P) Lending.

Investasi yang satu ini memungkinkan semua orang untuk memberikan atau mengajukan pinjaman satu sama lain tanpa menggunakan jasa dari bank sebagai perantara.

Semuanya diwadahi oleh perusahaan yang khusus bergerak di Peer to Peer (P2P) Lending. Berdasarkan jenis peminjamnya, P2P lending dibagi dua yaitu P2P lending konsumtif dan P2P lending produktif.

Nah, salah satu platform Peer to Peer (P2P) Lending aman dan tepercaya adalah Amartha. Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech peer to peer lending (P2P) yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan.

Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 500.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan. Sudah berizin usaha dan diawasi OJK, Amartha merupakan Peer to Peer (P2P) Lending yang menggunakan sistem pengelolaan risiko terintegrasi di lapangan, teknologi, dan jaminan pendanaan dengan asuransi.

Dengan bergabung menjadi pendana di Amartha, kamu berarti telah berpartisipasi menciptakan dampak sosial yang nyata berupa kesejahteraan merata loh. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Menariknya, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *