Anti Boros, Ini Cara Bijak Pakai PayLater!

1 min read

Anti Boros, Ini Cara Bijak Pakai PayLater!

Pay Later merupakan salah satu metode pembayaran dengan cicilan atau angsuran tanpa kartu kredit.

Umumnya saat kita ingin membeli suatu barang, kita bisa menggunakan kartu kredit untuk metode pembayarannya. Sayangnya tidak semua masyarakat memiliki kartu kredit. Maka dari itu Pay Later hadir sebagai alternatif.

Perkembangan Pay Later tidak hanya digunakan untuk membayar kebutuhan seperti alat elektronik saja, melainkan kini bisa digunakan di dompet digital seperti GoPay dan OVO.

Karena penggunaannya yang sudah merambah pada kebutuhan dasar, maka diperlukan sikap yang bijak oleh tiap penggunanya agar tidak merusak arus keuangan.

Diperlukan pemahaman yang bijak mengenai penggunaan Pay Later agar tidak membuat kita semakin konsumtif.

Simak tips berikut agar dapat menggunakan fitur Pay Later dengan bijak:

Risiko Menggunakan Pay Later

Sebelum membahas mengenai tips bijak menggunakan Pay Later, pastikan kita sebagai pengguna memahami risiko yang kemungkinan ada. Risiko-risiko tersebut adalah:

1. Menyebabkan Perilaku Konsumtif

Seperti yang disebutkan di atas, fitur pay later kini berkembang ke kebutuhan dasar manusia seperti makanan dan lain sebagainya. Belum lagi ada sejumlah promo menarik yang diberikan apabila menggunakan Pay Later. Keadaan ini tanpa sadar akan mendorong kita untuk melakukan impulsive buying.

2. Biaya Yang Tidak Disadari

Sama seperti penggunaan kartu pembayaran biasa, Pay Later turut memberikan sejumlah biaya seperti biaya administrasi, bunga dan atau denda.

3. Cyber Crime

Transaksi digital memberikan kemudahan akan kecepatan dan kepraktisannya, meskipun begitu tetap ada bahaya yang mengintainya seperti cyber crime.

Pastikan kita untuk mengaktifkan fitur keamanan terbaru agar akunmu tidak mudah diretas.

Cara Bijak Menggunakan Pay Later

1. Pilih Platform Yang Terpercaya

Langkah pertama yang dilakukan apabila ingin menggunakan Pay Later adalah memilih platform penyedia layanan yang terpercaya dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Perhatikan Syarat dan Ketentuan

Setelah memilih penyedia layanan yang terpercaya, sekarang waktunya membaca dan memahami syarat dan ketentuan yang diberikan tiap penyedia.

Perhatikan syarat dan ketentuan seperti tenor cicilan, bunga, batas pinjaman, denda, dan biaya tambahan lainnya.

Pastikan syarat dan ketentuan tersebut tidak memberatkan kita sebagai pengguna.

3. Gunakan untuk Keperluan Mendesak

Menggunakan Pay Later untuk kebutuhan mendesak seperti sakit, kecelakaan, bencana alam, dan lain sebagainya adalah langkah yang bijak.

Meski begitu, setelahnya kita wajib untuk menyiapkan dana darurat. Nominalnya berbeda setiap orang, namun idealnya 6-12 kali dari pengeluaran bulanan.

Ada banyak cara mengumpulkan dana darurat, salah satunya dengan melakukan investasi di peer-to-peer (P2P) Lending Amartha.

Amartha adalah perusahaan investasi yang menawarkan keuntungan hingga 15% flat per tahun.

Sebagai situs investasi, Amartha adalah perusahaan yang aman karena sudah memiliki izin usaha dari OJK.

4. Manfaatkan Promo Tapi Jangan Kalap

Untuk menarik perhatian pengguna baru, Pay Later memberikan sejumlah promo yang menarik.

Tidak ada salahnya memanfaatkan promo tersebut karena bisa membantu kita agar lebih hemat.

Namun, pastikan tidak kalap saat menggunakannya. Gunakan promo yang sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *