4 Perbedaan dari Tabungan dan Giro

1 min read

4 Perbedaan dari Tabungan dan Giro

Banyak orang, terutama yang awam terhadap produk perbankan sering mengira bahwa giro dan tabungan merupakan produk yang sama. Hal itu bisa dimaklumi mengingat keduanya sama-sama berbentuk rekening yang bisa dimiliki, baik secara perorangan maupun perusahaan.

Meski begitu, kedua produk perbankan ini sebenarnya punya banyak perbedaan jika ditelusuri lebih dalam. Nah, untuk lebih memahami perbedaan dari keduanya, berikut ini pembahasannya!

1. Media Penarikan

Selain dilakukan langsung di teller bank, penarikan dana dari rekening tabungan bisa dilakukan langsung di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Saat ini, ada banyak mesin ATM yang bisa ditemukan dengan mudah, sehingga berbagai kebutuhan transaksi keuangan bisa terpenuhi dengan baik.

Bukan hanya penarikan tunai saja, ATM memungkinkan nasabah pemegang tabungan untuk melakukan berbagai transaksi keuangan yang mereka perlukan, seperti: pembayaran tagihan (listrik, telepon, kartu kredit, dan yang lainnya), pembelian tiket, transfer, dan berbagai transaksi lainnya.

Berbeda dengan rekening tabungan yang bisa melakukan penarikan tunai yang praktis melalui ATM, giro justru hanya menyediakan media penarikan dengan menggunakan layanan bilyet giro dan juga cek.

Bilyet giro ini bisa dicairkan dengan cara pemindahbukuan langsung ke rekening penerimanya. Sedangkan cek bisa langsung dicairkan dalam bentuk uang tunai.

2. Batas Penarikan Dana serta Transfer

Salah satu kekurangan rekening tabungan adalah adanya batasan jumlah saldo yang bisa ditransfer setiap hari. Rata-rata hanya memberikan maksimum Rp 10-20 juta, jika ingin melakukan transfer lebih banyak dana harus dilakukan pada hari selanjutnya.

Sementara pada rekening giro, umumnya rata-rata perbankan memberikan batas maksimum transfer mencapai Rp500 juta perhari. Karena itu, giro paling cocok dimiliki oleh pebisnis yang memiliki kuantitas transaksi harian sangat tinggi.

3. Laporan Bulanan

Sebagaimana diketahui, bank tidak akan memberikan laporan bulanan kepada nasabah pemegang rekening tabungan.

Jika nasabah tersebut ingin melihat dan memeriksa berbagai transaksi keuangan yang dilakukannya setiap bulan, nasabah tersebut harus mendatangi bank dan meminta pihak bank melakukan pencetakan berbagai transaksi tersebut pada buku tabungan yang dimilikinya.

Namun, hal ini juga bisa dilakukan dengan cara yang lain. Kalau nasabah tersebut memiliki fasilitas internet/mobile banking, nasabah tersebut bisa mencetak sendiri berbagai transaksi tersebut secara online.

Berbeda halnya dengan rekening giro, nasabah akan menerima rekening koran yang berisi laporan atas dana yang keluar dan juga dana yang masuk ke dalam rekening tersebut. Rekening koran ini akan dikirimkan setiap bulannya oleh pihak bank ke rumah ataupun kantor nasabah yang bersangkutan.

Dengan begitu, nasabah tidak perlu repot-repot mendatangi bank untuk mencetak buku tabungannya setiap bulan.

4. Tanggal Terbit dan Efektif

Berbeda dari rekening tabungan yang saldonya bisa dicairkan dimana saja dan kapan saja selama ada mesin ATM, rekening giro memberlakukan tanggal terbit dan efektif dalam perkara pencairan dana. Tanggal terbit merujuk pada penanda transaksi bisa dilakukan dan batas waktu pencairan dana.

Umumnya perbankan memberikan waktu pencairan dana rekening giro adalah 70 hari dari tanggal terbit. Lewat dari tenggat tersebut maka dana tidak bisa dicairkan. Karena itulah bagi Anda yang tengah menunggu pemindahan dana dari rekening giro sebaiknya memiliki pengingat otomatis agar tidak melampaui tanggal efektif pencairan.

Itulah 4 perbedaan dari tabungan dan giro sebagai produk perbankan. Jadi, apakah kamu sekarang sudah memahami perbedaannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *