3 Alasan Kenapa Kamu Harus Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

1 min read

3 Alasan Kenapa Kamu Harus Pisahkan Keuangan Pribadi dan  Bisnis

Ketika kamu memutuskan untuk merintis sebuah bisnis, pengaturan keuangan menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan. Selain harus ditata rapi dan transparan, pengelolaan keuangan untuk sebuah bisnis juga haruslah profesional.  

Hingga saat ini, mungkin masih banyak pebisnis yang masih mencampur uang pribadinya dengan uang usaha. Hal ini tentunya bisa berdampak buruk bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun bagi kelangsungan bisnis yang dirintis.

Salah satu dampaknya adalah kamu tidak bisa melakukan pembukuan dengan benar karena tidak ada alur yang jelas mengenai kemana uang masuk atau keluar. Parahnya, pengelolaan keuangan bagi bisnis yang tidak profesional seperti ini bisa berdampak hingga kebangkrutan.

Alasan Pentingnya Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Nah, berikut ini adalah 3 alasan kenapa kamu harus pisahkan keuangan pribadi dan keuangan untuk bisnis!

1. Acuan dalam Menilai Kinerja Bisnis

Dalam berbisnis, laporan keuangan itu penting. Ketika melihat laporan keuangan baik laba rugi maupun neraca ternyata diketahui ada peningkatan laba dan aset yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan mengalami perkembangan dan artinya pencapaian usaha sangatlah baik.

Namun, kinerja bisnis seperti ini akan sulit dianalisis apabila keuangan pribadi digabungkan dengan usaha. Tidak diketahui secara pasti, berapa yang milik pribadi dan berapa yang milik usaha. Ketidakjelasan ini bisa membuat kamu mengalami kesulitan dalam menentukan bagian-bagian mana dari bisnismu yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

2. Sebagai Dasar Penghitungan Pajak

Pajak menjadi salah satu komponen penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Pajak sendiri dihitung dari laba bersih yang diperoleh dari usaha yang dijalankan. Nah, dari situ kamu mungkin sudah bisa membayangkan apa jadinya jika keuangan pribadi digabungkan dengan usaha.

Yap, laba bersih usaha akan terhitung cukup besar, padahal sebenarnya sebagian merupakan uang pribadi. Laba bersih yang besar berpengaruh pada nilai pajak yang besar pula.

Karena itu, penting sekali untuk memisahkan keuangan pribadi dengan usaha, agar pencatatan keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran untuk kegiatan usaha dapat dilakukan dengan baik. Perhitungan laba bersih pun bisa dilakukan secara tepat. Dengan demikian, besaran pajak yang dibayarkan juga sesuai dengan laba yang benar-benar murni dari kegiatan usaha.

Wah, Ada Pajak Untuk UMKM. Simak Penjelasannya!

3. Mempermudah Pengambilan Keputusan untuk Ekspansi Bisnis

Dengan memisahkan keuangan bisnis dengan pribadi, kamu bisa mengetahui secara pasti total pendapatan dan laba bersih dari bisnis tersebut. Selanjutnya, kamu akan lebih mudah dalam mengambil keputusan yang tepat sehubungan dengan rencana ekspansi bisnis.

Usaha yang semakin berkembang berpotensi mendapat perolehan omset yang besar. Secara lebih lanjut kondisi ini tentu akan menambah pundi-pundi uang kamu. Fokuslah pada keuangan bisnis kamu, bukan keuangan pribadi. Jika kondisi keuangan bisnis semakin baik, secara otomatis akan berpengaruh pada keuangan pribadi yang semakin baik pula.

Nah supaya lebih aman dalam berbisnis, ada baiknya jika kamu berinvestasi untuk menyiapkan dana darurat. Salah satu instrumen investasi masa kini yang patut kamu coba adalah dengan bergabung menjadi pendana di Amartha.

Pasalnya, dengan menjadi pendana bagi para perempuan pengusaha mikro mitra Amartha, kamu berarti telah berpartisipasi menciptakan dampak sosial yang nyata berupa kesejahteraan merata loh. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *