Hatiku Masih Milikmu Sudah satu tahun aku putus dari kekasihku. Keraguan untuk melupakannya masih menyertai diriku. Setiap kali aku akan berhasil melupakannya, saat itu pula dia kembali seakan membawa kembali benih-benih cinta yang dulu sempat gugur.

  Baca juga: kisah-asmara-ketika-kesabaran-diuji.
Namun seketika lagi-lagi dai menhilang tanpa jejak yang seakan-akan telah mati ditelan bumi. Jujur, aku memang masih menyimpan rasa kepadanya. Namun karena rasa malu yang lebih besar dari rasa berani untuk mengungkap rasa cinta, membuatku tak berdaya setiap kali bertatapan muka dengannya.

Kata-lata gombalannya seakan memberikan 90% peluang untuk aku kembali kepelukannya. Namun sering pula dia menghadirkan masa dimana aku merasa tidak pantas untuk kembali kepelukannya.

Memang sering kami menghabiskan waktu bersama layaknya sepasang kekasih. Sahabatku pun saling mensuport kami untuk bisa kembali.

Namun mungkin waktu berkata lain. Sampai tiba waktu dimana kami harus berpisah. Kami harus melanjutkan hidup sesuai cita-cita masing-masing.

Memang berat untuk melupakan orang yang kita sayang. Namun apa boleh buat, kita hanya di kehendaki sebagai pelaksana atas segal perintah.

Atas segala yang dia lakukan selama kami bersama, membuat diriku tersipu malu tiap kali mengingatnya. Sering aku senyum-senyum sendiri apabila terkenang masa-masa bersamanya. Tidak sedikit kenangan yang membuat diriku susah melupakan dirinya.

   Baca juga: kisah-asmara-tertaklukkan-cinta-wanita.

Namun semua sudah terjadi. Aku hanya bisa mengatakan, apapun dan bagaimanapun kondisi dunia hatiku pasti akan tetap menjadi miliknya. Walau sejauh apapun jarak yang memisahkan kami.