Jaga Dia Untukku kesejukan mulai terasa. Sudah beberapa hari ini gerimis. Keheningan yang aku rasakan juga semakin menjadi-jadi. Memang aku memiliki seorang kekasih, namanya Akmal.

   Baca juga: kisah-asmara-sedih-hatiku-masih-milikmu.

Kami sudah menjalin hubungan cukup lama. Sebulan belakangan ini, dia mulaii berubah, dia cuek, dia ngak pernah ada waktu buat aku, intinya dia berubah drastis tanpa alasan yang jelas.

WA akupun dia blokir. Ketika aku tanya, katanya dia ngak mau terlalu banyak komunikasi karena sekarang dia sedang sibuk mengurus kuliahnya. Aku berusaha untuk mengerti meskipun alasan yang dia katakan itu sama sekali tidak masuk akal.

Mungkin aku juga bodoh. Aku terlalu mudah percaya begitu aja kepada orang yang aku sayang. Apalagi hubungan kita itu tidak lagi seumuran jagung. Apa yang dia  katakan pasti aku akan percaya kata-katanya. Bagiku mungkin itu adalah salah satu hal yang bisa dilakukan oleh cewek untuk menjaga hubungan dan perasaan kekasihnya.

Setiap kali kita ketemu dia selalu berusaha untuk menghindar dari aku. Aku berusaha untuk mencari kesalahan yang ada pada diriku, yang bisa membuatnya menghindar.

Tepat pada hari ulang tahun hubungan kami yang sudah memasuki usia 37 bulan, dia mau aku mengajak serta sahabat aku. Sebut saja namanya Hana. Katanya untuk memeriahkan hari bahagia kami.

Aku pun mengikuti kemauannya. Meskipun ini berbeda dari biasanya. Dulu setiap kami merayakan hari jadi hubungan kami, dia hanya ingin ada aku dan dia saja. Tapi sekarang berbeda, akupun tidak mau berfikir negatif tentangnya dang sahabatku Hana.

Aku sampai lebih dulu ketempat kami merayakan hari bahagia kami. Satu jam aku menunggu kedatangan Hana dan Akmal. Sampai mereka datang secara bersamaan dan saling bergandengan tangan. Aku terus berfikir positif. Hari ini adalah hari bahagiaku aku tidak mau semua hancur berantakan hanya karena Akmal dan Hana bergandengan.

Akmal dan Hana sampai kemeja dimana aku duduk. Mereka berlagak seakan lanyaknya sepasang kekasih yang baru saja memulai hubungan.

Tidak ada sepatah katapun yang diucapkan oleh Akmal. Sampai keluar satu kata yang tidak mau aku dengar selama ini darinya. Putus.

Dia memutuskanku dihari bahagiaku hanya demi sahabatku. Tidak ada kata-kata yang bisa aku ucapkan. Hanya air mata yang jatuh berderai tidak pernah mau berhenti.

Kedua orang yang selama ini aku anggap madu dalam hidupku ternyata sudah menjadi tuba secara bersamaan dalam satu gelas untukku.

Rasa sayang untuk seorang sahabat hancur hanya karena cinta. Kehancuran yang diberikan oleh dua orang yang aku cintai dan aku sayangi membuat aku lunglai dalam menjalani  hidup.

  Baca juga: maafkan-atas-segala-salahku-sahabat.

Itulah cinta. Sebuah rasa yang bisa membuat orang buta dan melupakan orang yang selama ini berkorban untuknya.

Penulis: Miftahul jannah.
Editor: Fahmi