Ketika Mereka Menangis untuk Sebiji Kurma. Gerimis hari ini membuat semua orang yang berpuasa bahagia. Dengan kehendak Allah menurunkan hujan hari ini maka kita yang berpuasa tidak terlalu merasa gerah.

   Baca juga: subhanallah-anak-berbakti

Ketika jarum jam telah menunjukkan pukul 4.30 semua orang pergi berbelanja takjil untuk perlengkapan mereka berbuka puasa.

Lain hal dengan diriku, aku hanya bisa berbuka dengan segelas air putih dan sepiring nasi dengan lauk ikan asin. Meskipun begitu aku tetap bersyukur, mungkin diluar sana masih banyak anak-anak sebayaku yang harus berpuasa tanpa adanya makanan untuk mereka berbuka.

Aku bisa seperti ini, bisa untuk terus bersyukur kepada Allah, karena dorongan orang tuaku. Mereka selalu mendorongku untuk bersyukur atas segala rahmat yang telah Allah limpahkan kepada kami.

Sekarang aku yakin, dengan bersyukur kita akan terus merasa cukup, walaupun itu sebiji kurma.

Itulah dunia. Yang hanya memberikan nafsu kepada para penghuninya.

Meskipun kadang ketika aku berbuka, derai air mata yang mengirinya. Namun aku terus berusaha untuk bersyukur.

Banyak diluar sana orang yang berusaha untuk tegar menghadapi kerasnya dunia.

Kadang mereka harus berusaha tersenyum walau kadang saat itu mereka sedang ditimpa banyak musibah. Begitupun sebaliknya, mereka menangis bahagia saat mereka mendapatkan rezeki malaupun itu sebiji kurma.

  baca juga: kisah-inspirasi-hidup-induk-katak

Mereka terus bersyukur kepada Allah dan berharap mendapatkan lagi sebiji kurma itu untuk mereka berbuka esoknya.