BELAJAR KEHARMONISAN HUBUNGAN DARI ORANG TUA BELAJAR KEHARMONISAN HUBUNGAN DARI ORANG TUA
Ilustrasi Orang tua yang harmonis

Atmosferku.com | BELAJAR KEHARMONISAN HUBUNGAN DARI ORANG TUA – Memikirkan memiliki sebuah keluarga yang harmonis itu pasti dambaan setiap orang. Punya istri atau suami yang benar-benar mengerti dan memahami. Begitu halnya dengan saya, saya melihat pasangan-pasangan hubungannya seperti apa dan mana yang perlu dicontoh. Pasangan yang saya kagumi adalah Bapak dan Ibu saya. Bener-bener sepasang yang memiliki rasa pengertian dan saling memahami satu sama lain. Saat mereka bertengkar salah satu dengan sadar mengalah baik itu Bapak maupun Ibu. Subhanallah….

Sifat Bapak yang penyabar dan tegas menjadi penguat keluarga, sedangkan sifat ibu yang lembut, perhatian, dan selalu tersenyum itu menjadi sebuah keindahan dan rasa nyaman dalam keluarga. Sungguh sebuah kondisi yang menyenangkan di dalam keluarga demikian.
Selain hal tersebut, pendapatan ibu yang lebih besar dari bapak pun tidak mempengaruhi hubungan satu sama lain. Hal ini yang nanti bisa saya contoh, dimana sepasang suami istri harus bisa saling memahami. Bukan hanya menuntut ini itu tetapi juga mengerti kemampuan masing-masing dan saling support. 
Bukan cuma itu saja, ketika ada cekcok yang sepele dan menjadi sebuah permasalahan kecil. Salah satu pasti selalu mengalah. Entah Ibu atau Bapak. Perdebatan-perdebatan kecil tak jarang terjadi, timbulah cekcok, biasanya bapak akan pergi tidur kalau ibu sudah agak keras bicaranya. Atau sebaliknya. Setelah itu, bangun, ketemu, udah saling senyum. MashaaAllah…
Bentuk hubungan yang dilandasi dengan cinta dan kasih sayang itu sangat awet, bukti bahwa cinta dan kasih yang terbangun bisa sebagai tali penguat dalam ikatan suami istri. Dalam islam, Hubungan yang dilandasi dengan cinta dan kasih disebut mawaddah warahmah. Islam mengajarkan agar suami berperan sebagai tokoh utama dan istri sebagai penyeimbang dalam keluarga.

Silahkan Baca

Sepeti kata Allah, ” Dan di antara tanda- tanda kekuasaanNya iala: dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-rum: 21)
Istri harus menjadi pendamping suami secara bersungguh-sungguh sebagai bentuk penjagaan cinta. Ia dituntut untuk lebih mengerti dan bisa menempatkan diri dan kondisi. Perasaan cinta suami bertambah apa bila istri sanggup memotivasi, mengiburnya di kala susah, menenagkannya di kala gundah, tidak banyak mengeluh dikala kekurangan, juga sanggup tersenyum pada suami dengan tulus. Ada beberapa sikap istri yang dapat dijadikan teladan dengan merujuk pada perkataan Siti Aisyah:
”Ada beberapa sifat istri yang patut dijadikan contoh sesuai dengan yang dimiliki Siti Khadijah. Yakni: bersikap benar dan menaati allah, berkata jujur, memberi kepada yang meminta, membalas kebaikan orang, menyambung silaturrahim, sanggup tersenyum di kala suami sedang rugi,menghormati tamu, membahagiakan tamu, mempunyai sifat malu.”
Hal tersebut yang sedikit saya temukan dalam hubungan Bapak dan Ibu saya. Keharmonisan menjadi hal utama dalam kelanggengan sebuah hubungan yang kuat.

  

Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin