Untukmu Calon Pasangan Halalku, Marilah Pantaskan Hati agar tak mudah Pergi kepada Hati yang lain

0
318
 Marilah Pantaskan Hati agar tak mudah Pergi kepada Hati yang lain Untukmu Calon Pasangan Halalku, Marilah Pantaskan Hati agar tak mudah Pergi kepada Hati yang lain
                       Kesendirian menanti dambaan halal                                                                                     (google.co.id) 
Atmosferku.com –  Menikah, menjadi dambaan setiap insan, membangun sebuah keluarga kecil bahagia. Penuh romantis dalam keseharian, bercengkerama dengan lawan jenisnya yang halal. Bukankah demikian itu indah?? hmm…tiba-tiba pikiran seakan melihat sebuah pernikahan adalah keindahan dan kebahagiaan yang hakiki, bahagia yang selama ini dicari. Apalagi saat ini, dimana fenomena anjuran nikah muda begtu menggeliat. Namun, dibalik itu semua, buat kita yang termakan fenomena karena sekedar euforia, apakah benar-benar sudah siap? apakah bener-bener sudah pantas? yang pria menjadi Imam, apakah yakin sudah mampu? yang perempuan, apakah yakin sudah siap menjadi makmum? 
Memang lebih baik nikah muda daripada terjerumus kedalam pergaulan yang dekat dengan Zina. Ngeri Cah, apalagi zaman teknologi sekarang. Sangat dengan mudah berkamuflase menjadi baik, ketika ketemu semua bisa berubah. Dengan janji-janji manis tatkala senang, tatkala salah satunya susah, lainnya berpaling dengan mudah. Oleh sebab itu, fenomena nikah muda menjadi pencegah yang lebih baik.

Silahkan Baca : Wanita hendaknya lebih PEKA, sehingga Suami pun Bisa Ridho Melepas Istrinya Shopping

Disaat kita memutuskan untuk nikah muda, berarti kita sudah siap dengan segala konsekuensinya. Konsekuensi pasangan, juga konsekuensi dengan keluarga besarnya. Bukan hanya sekedar “nikah yuk, mau gak?”, “iya mau”. Terus nikah deh, tanpa ada pertimbangan dibelakang dan didepan. Terutama dalam hal agamanya. Bukan karena dia banyak harta, lebih ke kaya hati saja. Melihat fenomena nikah muda, tetapi juga banyak terjadi kasus perceraian dini. 
Ketika kesiapan kita sudah bulat untuk menikah, inilah beberapa konsekuensi yang harus kita tanyakan pada diri sendiri maupun calon pasangan kita.
  • Setiap harinya kita akan melihat satu orang terus yang sama sebagai yang halal, apakah kebosanan akan hal terebut akan mampu diatasi?tanpa menyakiti pasangan?
  • Jika nanti kita tiba disuatu masa dimana pasangan kita begitu bertingkah dan itu membuat kita bosan dan lelah. Akankah mudah bagi kita untuk pergi meninggalkannya?
  • Atas semua cerita antara kita dan pasangan kita yang pernah bersatu, akankah mudah untuk berlalu begitu saja?
  • Kita bisa menemui hati yang lain. Kita bisa melangkah ke jalan yang lain. Kita bisa berlari mengejar tujuan yang lain. waktu untuk bersama itu masih lama, apakah kita siap dengan kebersamaan?
  • Dalam penantian banyak jarak yang tercipta, entah jarak antara raga maupun jarak antara jiwa. Seperti terpisah karena satu sama lain untuk bekerja. Tak jarang, saat bekerja akan ada godaan-godaan yang tak disadari. Akankah hati kita tetap menetap pada sipemilik kekurangan (pasangan kita)?
  • Suatu saat nanti, kita bisa saja melihat sifat buruk pasangan kita yang sebelumnya ditahan selama waktunya agar tidak terlihat. Entah kita mampu mengerti atau tidak, entah kita mampu menerima atau tidak. Akankah kita akan pergi mencari hati lain, yang mampu mencintai dengan baik? hingga akan membuat lupa dengan yang berusaha mencintai sebaik mungkin?

Suatu saat satu sama lain akan ada waktu ingin menanyakan semua pertanyaan ini untuk pasangan kita. Karena banyak hal yang mesti diutarakan, saling keterbukaan ketika ta’aruf maupun ketika sudah bersama. Akan ada banyak perbincangan kata demi kata yang ingin kita ungkapkan setiap harinya agar pasangan kita tidak pergi nantinya, agar tidak bosan.

Untuk tetap saling mengisi hati, agar jangan terganti sampai nanti. Karena sebuah perpisahan akan menimbulkan luka yang dalam, dimana terkadang kita sulit untuk mengulang mencintai yang lain. Juga sulit untuk melupakan setiap kenangan yang telah tercipta dalam setiap canda tawa.
Namun aku merasa tak mampu dalam mengutarakan semua rasa. Terlampau takut semua menjadi kurang ikhlas dalam menjalani karena ridhoNya. Hanya aksara yang mampu tertulis, hanya kalimat-kalimat serta ucapan doa yang mampu aku sampaikan, sebagai perantara cerita pada-Nya. Tentang semua yang dirasa, agar senantiasa DIA Yang Kuasa menjaga hati agar tetap teguh dalam agamaNya.
Sangat berharap, jika hatimu akan tetap merasa tenang dan sabar menanti saatnya tiba. Serta aku harap hatimu tak mudah pergi kepada hati yang lain. Jika nantinya, hatimu jauh melangkah dariku. kuharap engkau bisa memberiku pesan untuk mencoba jadi baik-baik saja tanpamu. Seperti dirimu yang masih baik-baik saja tanpaku. 
Semoga kita akan dipertemukan segera satu sama lain dengan cara yang terbaik dariNya. Semua yang terjadi atas  IzinNya akan selalu baik-baik saja. 
Oleh Nadhillah Gayvani
Penyunting: Yogi Permana

Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca artikel Untukmu Calon Pasangan Halalku, Marilah Pantaskan Hati agar tak mudah Pergi kepada Hati yang lain
Mari menjadi pahlawan penyebar kebaikan dengan men-SHARE artikel Ini. Semoga rezeki berlimpah untuk sahabat yang sudah menjadi pahlawan penyebar kebaikan. Aamiin