Mereka yang Menasehatimu malah Kamu anggap Si Tukang Nyinyir

0
340

Apa Mereka yang Menasehatimu malah Kamu anggap Si Tukang Nyinyir ? jika iya, kamu mesti berhati-hati.

 Apa Mereka yang Menasehatimu malah Kamu anggap Si Tukang Nyinyir  Mereka yang Menasehatimu malah Kamu anggap Si Tukang Nyinyir
Atmosterku.com | Mereka yang Menasehatimu malah Kamu anggap Si Tukang Nyinyir – Sudah ada berapa nasehat yang kamu rasakan dan membasuh hati serta pikiranmu sehingga menjadi lebih bersih. Lebih jernih lagi dalam merasakan, lebih positif lagi dalam memikirkan. Tapi, buktinya apa? sudah ada 1001 nasehat yang datang menghampiri ingin membasuhmu, malah memilih menghindar dengan 10001 dalih.

Telah banyak nasehat yang datang, baik kamu sadari maupun tidak kamu sadari. Apa tidak ada satu dari sekian banyaknya nasehat itu yang sampai kepadamu? Yang mampu mengguncang imanmu dan nuranimu? Sehingga kamu akan mengerti, memikirkannya, merasakannya dan kemudian merubahnya agar menjadi lebih baik.

Tapi apa, setiap nasehat yang menghampiri melalui orang lain, malah kamu anggap mereka yang menasehatimu itu hanya si tukang nyinyir, yang iri kepada ketenaranmu maupun cemburu kepada banyaknya riskimu (baca: endorse). Apalagi, dia adalah istrimu sendiri wahai para suami… rela kah? dia di like banyak orang?

Silahkan Baca : Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya

Dan kami yang menasehatimu, tidak pernah berpikiran sedikitpun tentang hal itu. Setidaknya kami sudah berusaha dengan apa yang kami mampu. Kalaupun kamu mengganggap kami nyinyir, itu emang dari hati dan pikiranmu yang masih sulit menerima.

“Ini kemudahan, teknologi semakin maju, dan ini salah satu caraku untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanku”, mungkin dalih itu yang ada dalam logikamu. Dapat endorse, dibayar, sehari 5 endorse, sudah bisa membuatmu hidup sebulan bahkan lebih, dengan menjual ketenaran, kecantikan, atau gaya-gaya kekinian yang kamu tampilkan. Lha wong jadi terkenal dan dapat duit masa mau ditinggalkan, jadinya ya mereka yang Menasehatimu malah Kamu anggap Si Tukang Nyinyir

Bukan kami iri. Namun, jika ingin iri, kami akan iri kepada wanita yang dimana dia tidak terkenal di bumi namun terkenal diantara penduduk langit. Jika boleh cemburu, kami akan cemburu kepada wanita yang mempunyai segalanya tapi memilih menyembunyikannya.

Cantik tapi tak diumbar, pintar tapi tak ditunjukkan vulgar, kreatif tapi untuk pemberdayaan. Berhijab tak diumbar, bercadar tapi tak ingin terlihat. Hafalan Al Qur’an, tapi tak direkam untuk dibagikan secara umum.

Nasehat ini ada karena kami sayang kepadamu, nasehat ini karena kami peduli. Nasehat ini muncul karena kami peduli terhadapmu, saudari seiman kami.

Silahkan Baca : Bahayanya Merasa Diri Sendiri Selalu Benar, Hadza Min Fadhli Rabbi

Jangan sampai penyesalanmu itu datang pada saat terlambat, ketika foto-fotomu menjadi sebab penyakit ‘ain, ketika foto-fotomu disave dan diedit sesuka hati, ketika foto-fotomu disalah gunakan oleh akun-akun fetish, atau ketika foto-fotomu dijadikan imajinasi laki-laki amoral dan berpenyakit hati.

Jika sudah mengalami kejadian yang demikian? kamu marah-marah, terus kamu mau melapor polisi, sebagai tanda kamu tidak terima terus kamu buat postingan yang menyalahkan. Padahal, siapa yang menanam, dia yang memanen. Kamu sering membebaskan foto-fotomu, tapi kamu marah jika konsekuensi lain terjadi pada pemanfaatan fotomu. #mikir

Sebelum itu terjadi, stop upload-upload foto diri lagi dan hapus-hapus foto lama yang terlanjur diedarkan. Karena ketika musibah itu terjadi, yang rugi itu bukan kami, tapi kamu sendiri.

Dan orang lain bisa jadi akan ikut kamu susahin dengan urusan-urusan yang sebenarnya itu urusan pribadimu sendiri.

Mulailah untuk PEKA dengan nasehat, sehingga tidak lagi mereka yang Menasehatimu malah Kamu anggap Si Tukang Nyinyir.

Silahkan Baca : Seimbangkan Hidup dengan Refreshing Mind


  

Pustaka:
@atik.art58 || Ummu Al-Fatih 

Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin