Review Chuwi Lapbook 12.3: Laptop Murah 4 Jutaan Layar 2K Serupa Microsoft Surface Pro 4

0
238

Chuwi Lapbook 12.3″ menarik untuk di review, terutama karena mengusung layar 2K yang serupa dengan Laptop kelas atas Microsoft Surface Pro 4 yang harga spek rendahnya 8 jutaan dan spek tingginya 17 jutaan. Sedangkan Chuwi ini harganya cuma sekitar 4 jutaan.

Ketika saya me-review perangkat budget (murah), Saya selalu berusaha untuk menulis dari sudut pandang consumer, dan perbandingan nilai untuk harga (dengan kata lain, apa yang di dapat dengan harga tersebut) merupakan hal yang sangat penting.

Industri teknologi konsumen – khususnya yang ada di Shenzhen – mulai mencapai titik di mana perangkat budget hampir sama bagusnya dengan perangkat “premium”. Walau begitu tetap perlu diingan, pasti ada fitur-fitur yang dikorbankan.

Cekidot gan..

Layar 2K

Chuwi Lapbook 12,3″ memiliki layar LCD IPS retina screen resolusi tinggi (2736 x 1824 piksel) dengan lebar 12.3 inci yang sangat jernih dengan jarak pandang dan sudut pandang luar ruangan yang luar biasa. Ini merupakan panel yang sama persis digunakan pada Microsoft Surface Pro 4.

Kalau soal layar, dijamin deh bakal gak bakal bosen berlama-lama mandangin layar lapbook ini. Beda banget lah sama layar laptop saya yang Acer Aspire Z3-451 yang masih TFT dengan resolusi HD. Chuwi Lapbook ini layarnya udah sejenis layar iPhone 6/7 atau Macbook Pro/Air retina display, atau kalau udah pernah make Microsoft Surface Pro 4 ini persis.

RAM 6GB

Chuwi Lapbook 12,3″ juga memiliki RAM 6GB yang cukup untuk membuka beberapa aplikasi penting seperti browser dan photo editing. Saya telah menggunakan laptop ini sebagai mesin kerja utama saya selama tiga minggu, dan saya belum pernah frustrasi dengan kinerja lapbook ini.

Engsel, Port USB, dan Speaker

Walaupun kelas budget, engsel yang menopang layar ini tidak bisa dibilang jelek, ada goyang-goyangnya dikit lah, tidak sekuat laptop yang “mahal” seperti Dell XPS 13 atau MacBook.

Dan si bezel yang agak tebal saja yang membuat lapbook ini agak kurang terlihat kekinian, jadi kelihatan agak jadul.

Overall build quality nya sih cukup bagus, dengan body metal ala Macbook berkesan mewah, cuma port USB yang terbalik tapi itu bukan masalah besar, dan layar agak sedikit goyah juga tapi bukan masalah. 

Yang terakhir ini sangat disayangkan, speakernya ada di bagian bawah sehingga jika menaruh laptop diatas meja dan memang biasanya memang selalu dia atas meja maka suaranya walaupun kencang tapi terdengar agak teredam. Bass speaker cukup lemah, meski mids dan highnya jelas.

Tapi hal ini tergantung pengguna, jika Anda sudah sering dimanjakan oleh suara stereo Dolby surround seperti milik Huawei MateBook X, maka akan mendapatkan banyak perbedaan.

Keyboard dan Trackpad

Satu hal terpenting dari laptop adalah keyboard, dan Chuwi 12.3 memiliki keyboard yang baik dan enak dipijit. Ini merupakan salah satu keyboard terbaik yang pernah saya gunakan pada perangkat di harga 4 jutaan, dan pada typingtest.com saya dapat mencapai 102 kata per menit.

Hati-hati Tombol “Power” dan “Num Lock” keduanya terletak di sudut kanan atas keyboard, sangat dekat dengan “backspace”. Cukup sering kelingking saya secara tidak sengaja akan menekan salah satu tombol itu ketika mau menekan “backspace,” yang bisa mengakibatkan laptop beralih ke mode sleep atau sebagian tombol beralih fungsi menjadi numerik.

Jika hal itu terjadi, di Windows 10 Anda dapat mengatur keyboard untuk mematikan tombol “power” dan “Num Lock” sehingga tidak melakukan apa-apa saat ditekan.

Untuk trackpad sih rata-rata tapi layak. Menggulir dan memindahkan kursor baik-baik saja dan responsif. Saya pribadi sih lebih suka menggunakan mouse karena laptop jarang dibawa kemana-mana.

Performa dan Gaming

Prosesor Intel Celeron N3450 di sini jelas merupakan chip mid-tier yang tidak berada di kelas yang sama dengan prosesor Kaby Lake yang ditemukan di laptop tingkat atas seperti MacBook Apple atau Dell XPS 13, makanya harganya murah, namun saya tidak memiliki masalah dengan menggunakan laptop ini untuk hampir semua tugas.

Saya bukan gamer, tapi platform ini dapat menjalankan Overwatch, CSGO, LOL, dan DOTA2 yang berjalan sekitar 25 fps (tidak ada yang menakjubkan, tapi bisa dibilang cukup). Hanya saja laptopnya menjadi cukup panas sehingga menjadi kurang nyaman dan dengan ruang penyimpanan kecil 64GB, Anda juga tidak bisa menginstall banyak game.

Singkatnya, ini bukan laptop gaming, jadi jangan membelinya untuk tujuan bermain game.

Memori Penyimpanan

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, Chuwi Lapbook 12.3 ini hanya memiliki penyimpanan 64GB on board, sebenarnya ini adalah penyimpanan flash eMMC, yang secara signifikan lebih lambat dari drive SSD yang ditemukan di laptop premium.

Tetapi jika Anda ingin menambah kapasitas penyimpanan, Anda bisa melakukan upgrade dengan SSD M.2 di bagian belakang, sangat gampang untuk memasang karena ada bagian kusus untuk dibuka dan langsung pasang SSD M2.

Konektifitas

Anda mendapatkan 1 x USB 2.0 di kanan dan 1 x USB 3.0 di kiri, bersama dengan jack Mini HDMI, MicroSD, jack Audio 3.5mm, dan port kunci Kensington.

Charge laptop melalui input DC saja bukan menggunakan charge USB-3.0, tapi saya dapat mengerti mengapa Chuwi memilih yang lebih mudah/murah mengingat ini adalah perangkat budget.

Baterai

Daya tahan baterai cukup bagus buat saya. Saya bekerja dengan lapbook ini selama tiga minggu, kebanyakan di kedai kopi, dan selalu cukup untuk bertahan selama lima jam enam jam dengan baterai tersisa 40-50% dengan penggunaan aplikasi browser dan aplikasi pengolah kata.

Ketika saya menonton film Captain America: Civil War (durasi: 147 menit) pada kecerahan maksimal, baterainya turun sekitar 40%. Ini merupakan perangkat media yang cukup hemat energi dengan layar 2k yang begitu bagus untuk laptop budget.

Kamera

Untuk kamera lumayan saja (layak) untuk ukuran 2 mega pixel, meskipun rentan terhadap over exposure jika ada cahaya terlalu terang. Tapi untuk video call udah cukup.

Kalau selfie sebaiknya jangan, mending pake kamera smartphone aja deh. Saya pribadi jarang banget pake kamera laptop, jadi gak terlalu peduli.

Kesimpulan

Chuwi Lapbook 12.3″ dengan harga Rp. 4 jutaan. Tipis dan ringan hanya sekitar 1,4kg, tidak ada optical drive tentnuya, dan memori internalnya hanya 64GB tentunya ada market target tertentu. Jadi pastikan hal itu cocok dengan Anda jika ada niat membeli ini. Kalau cuma ngetik blogging, browsing, nonton youtube, dan sejenis pekerjaan admin olshop seperti saya maka ini cocok.

Kelebihan

  • Layar kelas atas (sekelas Surface Pro 4/Surface Pro)
  • Build quality yang baik
  • Keyboard yang sangat baik
  • Touchpad yang layak
  • 6 GB RAM, Wireless AC
  • M.2 SSD Slot yang mudah diakses tanpa skrup 
  • Harga relatif murah

Kekurangan

  • Bezel yang tebal terlihat seperti laptop jadul
  • Panas berlebih ketika bermain game atau aplikasi berat
  • Kualitas kamera kurang bagus
  • eMMC write speed agak lamban

Setiap pengguna memiliki kebutuhan yang berbeda. Saya tidak bermain game PC; tidak terlalu butuh banyak storage; Saya sangat jarang atau tidak pernah melakukan video call lewat laptop; Dan saya selalu membawa mouse nirkabel dengan laptop saya saat saya bekerja dari jarak jauh – oleh karena itu saya dapat mengabaikan kekurangan 12,3 itu. Jika Anda suka bermain DOTA; Jika Anda membutuhkan ruang penyimpanan; Jika Anda selalu perlu di Skype; Atau jika trackpad itu penting bagi Anda, mungkin Anda harus mengeluarkan sedikit uang lagi.

Chuwi Lapbook 12.3″ merupakan laptop layar super dengan harga terjangkau.
Sumber http://www.elppas.com/