Tidak terasa sudah sekitar 11 bulan Elppas menggunakan laptop Acer Aspire Z3-451. Laptop ini juga sudah saya ganti Harddisk ke SSD, dan memindahkan Harddisk aslinya ke tempat CD-RW (baca: Ganti HDD dengan SSD Acer Aspire Z3-451 untuk meningkatkan performa).

Laptop ini saya gunakan hampir setiap hari dari pagi sampai sore sekitar 8-10 jam per hari. Penggunaan saya hanya browsing, edit foto (Adobe Photoshop), sesekali edit video (Adobe Premiere), jarang sekali main game di laptop ini).

Dari awal saya menggunakan sistem opreasi Windows 10.

Setelah sekian lama, pengalaman saya dengan laptop ini, ada beberapa masalah yang sering muncul diantaranya..

Acer Aspire Z3-451 Panas Ketika Masuk Bios

Entah kenapa setiap kali masuk BIOS sepertinya laptop ini kepanasan dengan ditandai kipas yang berputar kencang hingga menimbulkan suara berisik.

Jadi kalau masuk BIOS harus buru-buru keluar.

Acer Aspire Z3-451 Panas Berlebihan saat Loading

Pada saat loading browser yang agak berat ,terutama yang banyak gambar, biasanya laptop ini meningkat drastis panasnya, bisa hingga 70-72 derajat Celcius. Jika ditambah dengan load Photoshop maka bisa mencapai 78 derajat Celcius.

Acer Aspire Z3-451 Sering Restart Sendiri

Selain panas, masalah yang sering saya alami juga adalah laptop ini sering restart sendiri. Tadinya saya kira mungkin karena panas, tapi terkadang pada saat suhu normal pun suka tiba-tiba restart sendiri.

Adapun pengguna lain mengalami hal yang serupa, si Aspire Z3-451 sering restart disertai dengan error layar biru (blue screen)..

Solusi Panas dan Restart Sendiri pada Acer Aspire Z3-451?

Setiap orang mungkin masalahnya berbeda-beda, karena software apa saja yang diinstal tentu berbeda, tapi ini hal-hal yang saya coba lakukan untuk mengurangi panas pada laptop. Hasil dari cari-cari di Google dan pengetahuan pribadi..

Sekali lagi, saya menggunakan sistem opreasi Windows 10.

1. Uninstall software yang tidak diperlukan, terutama software yang berjalan di background.

Kebetulan di laptop saya terinstall anti virus AVG. Karena di Windows 10 sebenarnya sudah ada anti virus bawaan yaitu Windows Defender, jadi saya uninstall saja AVG-nya.

2. Cek Program yang Melakukan Proses.

Tekan tombol Ctrl+Alt+Del dan pilih Task Manager lalu lihat di tab Processes program apa yang sedang menggunakan CPU paling banyak. Sebagai contoh di laptop saya yang paling banyak menggunakan CPU adalah Google Chrome karena saya sedang membuka 13 tab di Chrome..

Menutup beberapa tab yang sudah tidak diperlukan atau meminimize aplikasi tersebut dapat menurunkan process dan juga menurunkan panas pada processor.

Anda juga bisa melihat apabila ada program yang tidak dikenal yang melakukan proses berlebihan, bisa jadi ada virus atau malware. Anda bisa tutup program tersebut dengan memilihnya lalu klik tombol End Task di bawah kanan.

3. Scan dengan Antivirus dan Anti Malware

Barangkali ada virus dan malware coba full scan laptop Anda:

  • Antivirus: Windows Defender (bawaan Windows 10), Avast, AVG, Smadav, dll.
  • Anti malware: Malwarebytes

Virus dan malware bisa melakukan prosess di background tanpa kita sadari.

4. Update Driver

Update driver biasanya dilakukan untuk memperbaiki bug-bug yang diketahui. Jadi mungkin saja karena ada bug di laptop ini yang mengakibatkan laptop tidak stabil. Oleh karena itu, bisa saja dengan update driver mengatasi masalah ini.

5. Gunakan Laptop Hanya di Permukaan Rata dan Keras

Hindari menggunakan laptop di kasur atau sejenisnya yang tidak rata sehingga dapat menutup dan menghambat aliran udara pendingin.

6. Gunakan Cooling Pad atau Laptop Cooler

Jika Anda ingin membeli cooing pad laptop perhatikan dulu lubang ventilasi laptop Anda dengan fan yang terletak di cooling pad.

Pastikan fan di cooling pad tepat di ventilasi laptop. Saya membeli cooling pad yang fan-nya di tengah tapi ventilasi laptop saya agak ke pinggir sehingga tidak pengaruh sama sekali.

Untuk Acer Aspire Z3-451 lebih tepat menggunakan Exhaust/Vacum cooler, cukup efektif menurunkan 2-5 derajat Celcius. Saya sering menggunakan itu ketika melakukan rendring video.

7. Membersihkan Kipas Pendingin dan Mengganti Thermal Paste Processor

Jika secara software belum menghasilkan solusi, mungkin panas ditimbulkan karena masalah hardware, yaitu fan (kipas pendingin) yang sudah mulai banyak debu atau thermal paste pada prosesor yang sudah mulai mengering dan tidak efektif menyalurkan panas.

Ini yang terjadi pada laptop saya, akhirnya saya beranikan diri untuk mengganti thermal paste heatsink processor. Dan sekarang alhamdulillah suhu sudah normal kembali, tidak berisik lagi karena fan yang berputar kencang, juga tidak ada restart lagi. Selain itu efeknya lebih hemat ke baterai karena fan sudah jarang berputar kencang.

Semoga bermanfaat!
Sumber http://www.elppas.com/