Long-Term Evolution (LTE) atau biasa disebut sebagai jaringan 4G sempat diharap-harap menjadi solusi bagi buruknya layanan data di tanah air. Iming-iming koneksi yang lebih cepat dengan bandwidth yang lebih lebar membuat pengguna smartphone dan tablet menanti-nanti. Sayangnya, hampir empat tahun setelah kehadiran LTE di Indonesia, mimpi tersebut tak kunjung terwujud.

Data terbaru dari OpenSignal menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata LTE di Indonesia masih di angka 7,71 Mbps. Angka tersebut merupakan angka hasil penelitian bulan Juni 2017. Jika dibandingkan dengan angka sebelumnya di bulan November 2016, kecepatan rata-rata LTE di Indonesia justru mengalami penurunan sebesar 12,28% dari 8,79 Mbps.

Jika dibandingkan lagi dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia tentu jadi sangat menyedihkan. Lagipula, Singapura memiliki kecepatan LTE yang setara dengan Korea Selatan jika mengacu pada data yang dimiliki oleh OpenSignal. Sebagai informasi, kecepatan rata-rata LTE di Singapura adalah 45,62 Mbps sementara Malaysia di angka 14,35 Mbps.

Belum Tersebar Di seluruh Wilayah Indonesia

Kabar baiknya, konsistensi pelanggan mendapatkan jaringan LTE di Indonesia semakin baik. Menurut data yang sama, daerah yang terjangkau LTE di bulan November 2016 baru 58,84%, sementara di bulan Juni 2017 sudah meningkat ke angka 62,77%. Perlu diingat bahwa angka ini bukan berarti LTE sudah tersedia di 62,77% wilayah Indonesia ya.

Dari angka konsistensi tersebut, Indonesia bisa berbangga diri karena berada di atas Italia, Jerman, Rusia, dan Perancis. Konsistensi yang semakin tinggi ini bisa menjadi penghibur atas kecepatan LTE yang dirasa biasa-biasa saja.

Padahal, jika mengacu ke data statistik yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), kontribusi pita lebar terhadap ekonomi, ketika terjadi pengembangan pita lebar sebanyak 1%, dapat mengurangi angka pengangguran sebanyak 8,6%, dan bila terdapat kenaikan pengembangan pita lebar sebanyak 10%, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara akan meningkat 1,38%.

Penetrasi Internet di Indonesia masih di bawah rata-rata

Jika dikombinasikan dengan data yang dimiliki oleh We Are Social, maka turunnya kecepatan 4G LTE tersebut justru makin merugikan warga. Data Januari 2017 tersebut menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia baru berada di angka 51% atau masih di bawah angka rata-rata penetrasi internet di Asia Tenggara. Angka tersebut jauh di bawah Vietnam (53%), Thailand (67%), dan Filipina (58%). Untuk Singapura dan Malaysia, sebaiknya tidak usah dibandingkan karena keduanya memang tergolong negara maju.

Bahkan untuk urusan media sosial, meski Indonesia seringkali disebut sebagai negara dengan jumlah pengakses terbanyak untuk situs Facebook dan Twitter di Asia, ternyata penetrasinya hanya 40%. Bayangkan jika 71% warga Indonesia (sama seperti Malaysia) memiliki akses ke media sosial, tentu semua media sosial akan semakin gencar berinvestasi di negara ini. Atau, bukan tak mungkin akan lahir platform media sosial baru yang popular, namun hasil kreasi anak bangsa.

Seperti disebutkan di awal, usia LTE di Indonesia sudah hampir 4 tahun. Artinya, sudah saatnya Indonesia mendapatkan kecepatan 4G LTE yang seharusnya, karena angka 7,71 Mbps itu sebenarnya masih bisa diraih oleh koneksi 3.5G yang di atas kertas pun bisa mencapai 42 Mbps. Bagaimana operator tanah air?