Toyota Tidak Khawatir Dengan Tarif STNK Baru

Timeslib – Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepengurusan surat-surat kendaraan semakin  bertambah menurut Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016. Belakangan ini sangat cukup membuat resah, namun hal itu dapat membuat PT Toyota Astra Motor (TAM), hal ini bukan menjadi masalah yang besar.
Menurut Fransiscus Soerjopranoto, GM Eksekutif Pemasaran dan Penjualan TAM, Dapat membuat konsumen Toyota tak akan terpengaruh karena perkara ini. Analisanya, karena sebagian besar para pembeli mobil Toyota tersebut dapat menggunakan skema secara kredit.  
”Seharusnya hal tersebut tidak menjadi beban bagi kalangan konsumen. Karena hal tersebut sebagian besar yakni dapat membeli dengan sistem kredit maupun lainnya, kalau dapat dihitung sekaligus dengan ketentuan tenor, hal tersebut tidak akan teralu terasa lalu menjadikan beban yang lebih besar,” Oleh kata pria yang akrab disapa dengan si Soerjo ini, (17/1/2017), di Jakarta.  
Biasanya, jelas Soerjo, bahwa pengesahan STNK tersebuat berada di awal sudah termasuk dengan harga kendaraan yang secara keseluruhan atau secara totalitas. Artinya, semua beban di awal, termasuk harus balik nama dan biaya-biaya lainnya sudah dimasukkan dalam ketentuan tenor kredit.  
Tentu saja, Hal ini hanya menjadi analisa Soerjo dan TAM. Oleh Perusahaan, imbuh Soerjo, mendukung apa pun suatu kebijakan pemerintah yang memang tujuannya memang dinilai baik untuk para pengguna mobil di Indonesia.  
Dalam peraturan baru itu, tertulis bahwa dalam penambahan tarif pengurusan STNK berlaku ketika melakukan pengesahan STNK, penerbitan pada nomor registrasi oleh kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lalu lintas batas negara. Tentu, hal ini membuat harga kendaraan tersebut sedikit lebih mahal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here