Begini Alasan Biksu Rohingya Membenci Kaum Muslim Di Myanmar

Timeslib –  Mengapa Biksu Wirathu begitu sangat benci terhadap Muslim Rohingya sehingga kemudian melancarkan sebuah kampanye provokatif yang menyulut pembantaian masal di myanmar, padahal dalam teorinya agama Budha mengajarkan sebuah kedamaian dan kasih sayang? Pria pencetus gerakan anti-Islam 969 itu juga telah berdalih, muslim Rohingnya merupakan anjing gila.  Hal itu tidak disebutkan Wirathu secara sembunyi-sembunyi tetapi dengan secara langsung dikatakannya dalam khutbah yang juga diliput media internasional bahkan dunia, menggambarkan  sebuah betapa secara terang-terangan ia telah memproklamirkan diri sebagai musuh Islam abadi.  “Anda bisa berikan kebaikan dan rasa kasih terhadapnya, tetapi Anda bahkan tidak bisa tidur di samping anjing gila,” sebut Wirathu seperti dikutip The New York Times, 26 desember 2016 pekan lalu. Yang dimaksud “anjing gila” oleh Wirathu mereka dalah seorang Muslim Rohingya sebagaimana dari tema khutbahnya.  Telah berkumandang dua tahun pidato anti-Islam itu telah didengungkan Wirathu dan hingga kini ia  juga tidak berubah sama sekali. Masih memusuhi Muslim Rohingya, bahkan juga telah memprovokasi kaum Budha untuk memboikot dan membantai mereka anak turun di myanmar.  Seperti dirangkum Bersama Dakwah, Biksu Wirathu  juga lahir pada 10 Juli 1968. Ashin Wirathu, nama lengkapnya.dan Ia yang mencetuskan sebuah gerakan ‘969’; sebuah gerakan anti-Islam yang kemudian akan membantai kaum muslim Rohingya dan juga telah mengusir mereka dari tanah kelahirannya tersebur.  Catatan hitam Wirathu telah mencuat sejak tahun 2001 silam. Waktu itu ia menghasut orang kaum Budha untuk membenci  seorang muslim. Hasilnya, kerusuhan anti-Muslim telah pecah pada tahun 2003. Wirathu juga dikabarkan sempat mendekam di  cell penjara. Namun ia  juga dibebaskan tepatnya pada tahun 2010 lalu atas amnesti amnesti yang juga diberikan pada  ratusan tahanan politik lainya.  Wirathu kini menjabat sebagai  sebuah kepala pusat di Biara Masoeyein Mandalay. pada kompleks luas itu Wirathu juga telah memimpin puluhan  bahkan ribuan biksu dan memiliki pengaruh atas lebihnya sekitar 2.500 umat Budha di daerah tersebut. Dari basis dan kelompok kekuatannya itulah Wirathu akan memimpin gerakan anti-Islam “969”.  Entah sejak kapan Wirathu mempunyai ide dan mendengungkan kampanye. Namun kampanye provokatif itu sudah mulai meluas pada awal 2013. Ia berpidato pada berbagai tempat di seluruh myanmar, menyalakan kebencian kaum Budha atas umat muslim yang minoritas. Selain melalui pidato, gerakan 969 juga telah menyebar dengan cepat melalui stiker,dan brosur.Kebencian dan anti-Islam secara dengan cepat, berbuah menjadi sebuah pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya secra besar-besaran.  Ribuan muslim Rohingya dilaporkan juga telah terbunuh dalam pembantaian selama beberapa tahun terakhir dan mengerikanya lagi anak anak tak berdosa juga ikut imbasnya. Sisanya bertahan hidup dengan keterbatasan dan juga pada sebuah ketertindasan. Ratusan orang mencoba pergi untuk menyelamatkan dir mereka, pada Mei 2015 setelah sampai di Aceh setelah mengarungi laut lepas dengan kapal apa adanya serta sederhana.  Dan hingga pekan ini, militer Myanmar dilaporkan sudah menghancurkan desa-desa yang juga dihuni Muslim Rohingya. Serangan itu  juga telah dilakukan tepatnya pada  Oktober lalu namun dari kamera satelit yang menunjukkan telah hancurnya desa baru tersebar pada pekan ini dan tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here