Seorang Remaja Meraup Untung 3 Milliar Dari Membuat Berita Pilpres AS

0
303

Seorang Remaja Meraup Untung 3 Milliar Dari Membuat Berita Pilpres AS

Timeslib – Beberapa bulan sebelum adanya pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), media sosial sudah dibanjiri dengan berbagai berita palsu (hoax). Setelah Pilpres AS  telah usai, baru ketahuan berbagai pihak yang membuat berita palsu tersebut. Penghasilannya pun mencapai miliaran rupiah.  Kebanyakan pembuat konten untuk situs berita palsu tersebut datang dari sebuah kalangan remaja. Salah satunya adalah Victor, seorang remaja laki-laki yang berumur 16 tahun dari Veles, sebuah kota kecil di Makedonia.  Menurut penelusuran yang  telah dilakukan media Channel 4, Victor dan ratusan remaja lainnya berperan sebagai editor yang memberitakan berbagai berita palsu. Viktor sendiri bekerja pada situs Total News.  Lantas, apa saja keuntungan membuat berita palsu? Berdasarkan keterangan yang telah dihimpun Timeslib Magazine dan dari penduduk lokal Veles, beberapa pembuat berita, terutama dari kalangan milenial, bisa mendapatkan uang dalam jumlah  yang sangat besar.  Tidak disebutkan dari mana sumber uang tersebut. Yang pasti, satu orang tersebut bisa meraup uang tunai sebesar 200.000 dollar AS atau setara Rp 2,6 miliar dari pekerjaan ini.  Victor sendiri menceritakan bahwa berita-berita palsu pro-Trump begitu sangat diburu di internet. “Mereka (pembaca) mau mendengar berita tentang Donald Trump tersebut,” begitu kata Victor, sebagaimana yang telah rangkum dari DailyMail, Senin (28/11/2016).  Apa alasan Victor membuat situs berita palsu tersebut? Ternyata hanya alasan uang semata saja. Selain itu, Victor merasa membuat berita tersebut bisa untuk membunuh kebosanannya.  “Untuk uang, untuk rekreasi. Tidak banyak yang bisa dilakukan di sini (Veles),” tutur Victor.  “Banyak juga anak-anak tidak keluar (rumah), kami melakukannya karena bosan,” imbuhnya.  Uniknya lagi, Victor merasa bersalah karena banyak warga AS juga banyak percaya terhadap berita bikinannya. Namun, Victor mengaku akan terus melanjutkan “pekerjaannya” tersebut.  Berita-berita palsu memang begitu banyak beredar di media sosial, terutama pada medsos Facebook, belakangan ini. Maraknya berita tersebut dituding sebagai penyebab kemenangan donald Trump di pemilihan Presiden AS.  Mengetahui hal tersebut, Mark Zuckerberg,sang pendiri sekaligus CEO Facebook, berjanji untuk menghadang berbagai berita palsu beredar di jejaring sosial bikinannya tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here