MUI Samarinda Telah Haramkan Polisi Tidur

0
278

MUI Samarinda Telah Haramkan Polisi Tidur

Timeslib – Dua fatwa yang telah ditetapkan oleh MUI Samarinda yang mengenai polisi tidur atau speed bump membuat para netizen geleng-geleng kepala. Dua fatwa itu telah diyakni makruh dan haram.  Baca Juga.Makruh apabila, polisi tidur yang ada menghambat laju pengendara. Haram apabila polisi tidur  tersebut membahayakan pengguna jalan hingga memakan korban jiwa.  Fatwa haram tentang keberadaan polisi tidur ini telah disampaikan langsung oleh Ketua MUI Samarinda, Zaini Naim sejak 2013 yang lalu. Fatwa yang juga masih berlaku hingga saat ini juga merupakan berdasar pada sebuah hadis.  “Pada zaman dulu Rasulullah SAW, kalau ada batu atau ranting di jalan saja harus disingkirkan,” ujar Zaini.  Tentu saja, fatwa itu disambut beragam oleh beberapa netizen. Ada yang pro ada yang kontra, namun kebanyakan netizen hanya geleng-geleng kepala. Mereka tidak habis pikir, Majelis Ulama Indonesia juga mengeluarkan fatwa haram juga untuk urusan seperti itu.  Komentar menyindir ditulis oleh akun @Zahrudin_Busthomi, jadi pingin ketawa. Eh apa boleh ya ketawa? Takutnya kena penalti fatwa dilarang ketawa. Akun @anang_widhiyastanto yang mengkait-kaitkan dengan guyonan Gus Dur. “Lho polisi tidur tersebut salah satu polisi yang jujur menurut alm Gus Dur.” Serta masih banyak lainnya.  Padahal Pemerintah Indonesia sudah mengaturnya untuk  keberadaan polisi tidur lewat UU No 25 tentang kelengkapan jalan. Polisi tidur dibolehkan saja asal mendapat izin dari  beberapa pihak berwewenang.  Bagaimana menurutmu mengenai fatwa haram polisi tidur?
Baca Juga : Bijak dan Dewasa Menghadapi Pengendara ‘Moge’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here