None Developers
Timeslib.com Kabar menggembirakan kembali mendatangi Indonesia,  Kali ini Kabar tersebut berasal dari Kelompok Developer Game yang dinamai None Developer asal Universitas Trunojoyo Madura. None Developer asal Madura tersebut dikabarkan telah menjadi Runner Up di Imagine Cup tingkat dunia dalam kategori Games. None Developer berhasil melewati saingan mereka dari beberapa Negara sainganya dalam kompetisi developer game. Game karya mereka diberi nama  Froggy and the Pesticide Berhasil mengantarkan mereka melewati saingan saingan dari negara lain tersebut sehingga berhasil menjadi Runner Up.
Dalam perjalanan mereka di ajang Imagine Cup 2016, keempat anggota None Developers, yakni M. A. Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi, dan Achmad Dany Romadhon, mendapatkan bimbingan dari Asadullohil Ghalib Kubat, anggota tim Solite Studio asal Universitas Trunojoyo yang pada tahun 2013 lalu juga keluar sebagai runner up Imagine Cup tingkat dunia untuk kategori Games di Rusia.

Game karya None Developer Froggy And The Pesticide merupakan game yang mereka buat dengan tujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan. Game ini juga di tujukan untuk menginformasikan betapa bahayanya pestisidak yang sering di gunakan untuk melawan serangga. Dan dengan Game ini juga mereka mengenalkan Biopestisida.  Game karya None Developer ini dibuat tidak hanya untuk tujuan hiburan, Namun juga ditujukan untuk edukasi tentang bahayanya pestisida.

Di game ini, karakter Froggy digambarkan sebagai spesies yang bukan merupakan target penggunaan pestisida. Namun anehnya, pestisida tetap menyemprotkan cairan beracunnya ke arah Froggy.
Froggy berusaha keras untuk mengganti pestisida dengan biopestisida karena pestisida sendiri adalah semprotan beracun yang membuat spesies lain menjadi keracunan.
Game ini mengharuskan pemain mengganti pestisida dengan biopestisida. Untuk mencapai tujuan itu, Froggy harus mencapai lokasi pestisida berada dan mengumpulkan biopestisida untuk menyelesaikan game.

Cara memainkannya, yakni dengan melakukan swipe / geser ke arah kayu untuk menempel pada kayu, tap untuk melepaskan, tap dua kali untuk melompat ke atas, dan swipe ke arah tanah untuk memantul.
Meski kelihatannya mudah, pemain harus berhati-hati agar tidak sampai terkena cairan beracun yang disemprotkan pestisida. Sambil menghindar, perlu kelihaian untuk mengambil biopestisida.

Sangat menarik melihat game ini melaju ke final Imagine Cup 2016, bersaing dengan game-game buatan developer lain dari berbagai negara. Melalui program Microsoft Imagine Cup, pelajar berkesempatan untuk mendapatkan akses serta pengalaman unik dari tools development dan cloud kelas dunia secara gratis, sehingga anak-anak muda ini dapat mulai membangun masa depan mereka dari sekarang.

Steven Guggenherimer, Corporate Vice President, Developer Experience & Evangelism and Chief Evangelist, Microsoft mengatakan, pihaknya percaya, kekuatan teknologi dapat menghubungkan anak-anak muda.
Kami ingin membantu mereka dapat terus bermimpi, membangun kreativitas dan merealisasikan ide menjadi kenyataan,” katanya.

Dengan menjadi Runner Up di ajang  Imagine Cup dalam kategori Game ini, None Developer mendapatkan hadiah sebesar  US$10.000  dari hasil karya mereka Froggy And The Pesticide.
Meskipun tidak bisa menjadi juara utama di kompetisi bergengsi ini, Indonesia secara tidak langsung kembali unjuk gigi dihadapan dunia bahwa Generasi baru di indonesia juga patut di perhatikan dalam persaingan teknologi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here