Pokemon Spy
Timeslib.com  Kepopuleran Pokemon Go hasil kerjasama antara Niantic dan Nintendo sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Hanya beberapa pekan setelah peluncuran perdananya Game Pokemon Go ini sudah beredar luas meskipun belum dirilis secara resmi di beberapa negara. File APK dari Game Pokemon Go ini Menyebar melalui media online secara cepat sehingga banyak orang yang dapat memperoleh game ini meskipun lokasinya masih belum mendapatkan perilisan secara resmi.
Kepopuleran game Pokemon Go ini juga sudah merambat hingga ke Indonesia. Hanya hitungan beberapa hari dari perilisan perdananya, Game Pokemon Go ini sudah langsung beredar di kalangan gamer indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya yang membagikan gambar mereka sedang bermain Pokemon Go dan gambar tentang pokemon apa saja yang sudah mereka dapat.

Namun kepopuleran ini mendapat “Teguran” dari beberapa pihak. Game Pokemon Go ini mendapat teguran karena pada saat memainkan game ini kita di haruskan untuk bergerak atau mencari pokemon ke tempat tempat yang asing. Hal ini jelas membahayakan untuk para pemain game Pokemon ini.

Saat notifikasi adanya Pokemon yang terdeteksi oleh gamepara pemain Pokemon Go ini pasti akan langsung  mencari dan menangkap Pokemon yang terdeteksi tersebut. Kebanyakan pemain Pokemon Go tidak terlalu menghiraukan keselamatan mereka karena ada kalanya Game mendeteksi lokasi pokemon di tempat yang  berbahaya, tak sedikit orang yang langsung berusaha menangkap Pokemon dan tak menghiraukan keselamatan dirinya di lingkungan sekitar.

Alasan tentang keamanan dan bahaya inilah yang dimanfaatkan oleh Salah seorang mahasiswi cantik asal Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) untuk membuat aplikasi pendukung Pokemon Go yang diberinama STTS Pokemon Spy.

Dalam proses pembuatan nya, Jenni Irawan Mahasiswi yang membuat STTS Pokemon Spy ini mendapatkan bantuan dari  Reddy Alexandro Harianto selaku Dosen ditempatnya kuliah. Dalam membuat aplikasi Pokemon Spy ini tidak memakan waktu yang terlalu lama karna sebelumya ia pernah membuat program dengan bentuk Plot peta.

Awalnya sudah pernah membuat program berbentuk plot peta, sehingga ketika muncul ide untuk membuat Pokemon Spy, hanya tinggal mengubah obyek menjadi lokasi dan jenis pokemon di tiap-tiap plot,” jelasnya pada Jumat (22/7/2016).

Jenni dibantu Reddy meminta informasi lokasi dan pokemon pada server Pokemon Go disekitar lokasi kampus STTS dengan jangkauan 10 km. Sehingga, pengguna yang mencari pokemon langka hanya perlu melihat di program Pokemon Spy dan langsung menuju lokasi tersebut, tanpa harus mengandalkan notifikasi dari gamePokemon Go yang mendadak dan dapat menimbulkan kecelakaan.

Program ini berjalan secara real time sehingga dapat memberikan informasi akurat pada pengguna mengenai letak Pokemon, dan jenis Pokemon apa saja yang berada pada lokasi tersebut, serta berapa lama Pokemon tersebut akan mendiami lokasi itu,” lanjut mahasiswi Jurusan Teknik Informatika itu.

Program STTS Pokemon Spy ini dibuat Jenni dalam waktu 4 hari dan dapat diakses di pokespy.stts.edu jika pengguna Pokemon Go berada di wilayah kampus STTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here