Phoebe Snetsinger

Timeslib.com  Kita Ketahui Bahwa Google akan membuat sebuah Doodle di har hari yang bersejarah atau penting. Tidak berbeda dengan hari ini Kamis 9 Juni 2016 Google membuat sebuah Doodle yang di tujukan untuk mengenang Phoebe Snetsinger.
Siapakah Phoebe Snetsinger ini sehingga Google membuat Doodle tentang dirinya..?

Phoebe Snetsinger merupakan seorang pengamat burung terkenal di dunia pada masa itu bahkan namanya hingga kini masih dikenan. Dia dikenal saat itu sebagai Pengamat burung dan menorek berbagai prestasi. Bahkan Phoebe Snetsinger juga sudah berkeliling dunia, termasuk Indonesia untuk mengklasifikasikan jenis-jenis burung yang ada di dunia. Dalam mengamati burung Phoebe Snetsinger telah berhasil mencatatkan sekitar 8.398 jenis burung. Catatan dari Pheobe Snetsinger ini merupakan catatan jumlah burung terbanyak di dunia. Bahkan ahli burung (Ornitolog) tidak bisa mencapai angka tersebut.

Phoebe Snetsinger, Lahir di Amerika Serikat pada 9 Juni 1931, Namun ia Meninggal pada 23 November 1999 pada usia 68 tahun. Phoebe Snetsinger menuntut ilmu hingga mendapatkan gelar sarjana sastra Jerman di Swarthmore College, Pennsylvania, AS. Setelah suaminya mengikuti wajib militer ke Korea, ia kemudian melanjutkan studi masternya dan mengambil minat literatur bahasa Jerman.

Phoebe Snetsinger kalah itu memecahkan rekor dunia burung. Di mana pada saat beliau mengklasifikasikan sebanyak 8393 di dunia. Angka tersebut adalah yang tertinggi saat itu di dunia. Beberapa jenis burung terkenal yang berhasil ditemukan adalah Blackburnian Warbler dan Red-Shouldered Vanga.
Phoebe Snetsinger memiliki empat anak yang telah menginjak usia dewasa saat dirinya berusia 50 tahun, Phoebe Snetsinger divonis mengidap kanker dan hanya memiliki kurang dari satu tahun untuk hidup.  Namun setelah di vonis mengidap kangker alih alih iya beristirahat dan menjaga kesehatanya ia justru mengambil perjalanan ke alaska untuk meneliti burung di sana.

Apa yang telah divonis dokter ternyata keliru. Umurnya tak sebatas satu tahun seperti yang telah diperkirakan sebelumnya. Dengan penuh semangat, Snetsinger berkelana hingga 18 tahun untuk mengamati burung-burung penuh warna yang telah memperindah dunia. Dalam petualangannya, ia pernah diserang malaria di Zambia, hampir mati di Zaire, hingga diculik dan diperkosa di pinggiran Port Moresby, Papua Nugini. Namun, itu semua tak menghentikan antusiasmenya terhadap pengamatan burung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here