Sindrom pre menstruasi atau biasa dikenal dengan PMS (Pre Menstruation Syndrome) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang berkaitan dengan proses terjadinya siklus haid pada wanita. Banyak yang tidak tahu bahwa ternyata PMS ini memiliki 4 tipe dengan gejala yang berbeda. Yuuk ladies kita simak ke-4 tipe dari sindrom pre menstruasi:

1. Sindrom Pre Menstruasi Tipe A (Anxiety)

Sindrom Pre Menstruasi tipe A ini biasanya ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, rasa lebih sensitif, saraf tegang dan perasaan labil. Bahkan beberapa diantaranya mengalami depresi ringan sampai saat sebelum mendapat haid. Gejala-gejala tersebut muncul akibat ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Dalam hal ini biasanya hormon estrogen terlalu tinggi  jika dibandingkan dengan hormon progesteron. Terkadang pemberian hormon progesteron dilakukan guna mengurangi beberapa gejala tersebut, namun beberapa peneliti mengatakan bahwa para penderita PMS ini bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Jadi sebaiknya penderita PMS Tipe A ini banyak mengonsumsi makanan berserat dan mengurangi konsumsi kopi.

2. Sindrom Pre Menstruasi Tipe H (Hyperhydration)

Wanita yang mengalami PMS pada tipe ini biasanya memiliki gejala edema atau bengkak, perut kembung, terasa nyeri pada buah dada, pembengkakan pada tangan dan kaki, serta peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe H ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan PMS tipe lain. Pembengkakan yang terjadi tersebut merupakan akibat dari berkumpulnya air pada ekstrasel atau jaringan yang berada di luar sel karena tingginya asupan garam atau gula pada penderita. Untuk mencegah terjadinya gejala-gejala tersebut penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula, serta membatasi minum sehari-hari.

3. Sindrom Pre Menstruasi Tipe C (Craving)

Tipe ini ditadai dengan gejala rasa lapar dan ingin mengonsumsi makanan-makanan manis seperti coklat dan karbohidrat sederhana (gula). Penderita PMS tipe ini biasanya setelah menyantap gula dalam jumlah yang cukup banyak, 20 menit setelahnya akan timbul gejala hipoglikemia seperti timbulnya rasa lelah, jantung berdebar dan pusing kepala yang sampai mengakibatkan pingsan. Hipoglikemia ini timbul dikarenakan meningkatnya hormon insulin dalam tubuh. Rasa ingin menyantap makanan-makanan manis sendiri dapat disebabkan karena terjadinya stres, tingginya asupan garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial atau omega 6, serta kurangnya magnesium.

4. Sindrom Pre Menstruasi Tipe D (Depression)

PMS tipe ini ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, insomnia, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan terkadang muncul rasa ingin bunuh diri. Biasanya PMS tipe ini berlangsung bersamaan dengan Sindrom Pre Menstruasi tipe A. Hanya sekitar 3% dari seluruh tipe Sindrom pre menstruasi yang benar-benar murni tipe D. Sindrom pre menstruasi tipe D ini murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya.

Mengenal 4 tipe sindrom pre menstruasi
Image Source: Fotolia.com

Banyak wanita yang mengeluhkan sakit pada perut atau lebih tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk dalam Sindrom Pre Menstruasi walaupun terkadang munculnya bersamaan dengan munculnya gejala sindrom pre menstruasi. Semoga tulisan ini bermanfaat ya ladies… 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here