Modern yang Sudah Mulai Kuno Part 1

0
491

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, modern diartikan sebagai: terbaru atau mutakhir. Ini berarti, kata mmodern hanya bernilai sebentar saja. Kenapa? Karena pasti suatu saat, sesuatu yang modern pasti akan jadi kuno juga. Jangan bingung.

Pernah dengar kata manusia modern? Mungkin yang dimasksudkan adalah manusia yang hidup di jaman modern. Lantas seperti apa jaman modern itu? Serba mutakhir? Mutakhir dalam kbbi.web.id: “mutakhir /mu·ta·khir/ a terakhir; terbaru; modern: perancang itu selalu menciptakan mode pakaian — yg sesuai dng selera remaja”. Bukankah jaman akan selalu berkembang? Tanpa henti, karena manusia itu tak pernah puas. Bisa kah kita menyebut bahwa, jaman modern atau mutakhir itu jaman sekarang? Karena kita, manusia, makhluk yang tidak pernah puas, akan menyatakan sesuatu itu baru jika kita baru pertamakali melihatnya. Berarti, dahulu kala, ketika kita semua belum ada, ketika teknologi dan sebagainya belum ada, yang ada hanya manusia jaman dulu, manusia yang menyebut mereka sebagai manusia pada jamannya, manusia jaman modern (kala itu). Manusia ketika pertama kali melihat sebuah benda yang bisa diterbangkan/pesawat (tahukah Anda? Pesawat pertamakali dibuat oleh orang yang lahir di Blitar, Jawa Timur, Indonesia lho – Anthony Fokker) pasti akan terkagum-kagum dan berpikiran bahwa pada jaman tersebut adalah jaman modern. Bahkan sebelum dan sesudah pesawat, terdapat penemuan baru yang sangat banyak dan masih berlanjut hingga sekarang. Masihkan jaman modern sebelumnya masih layak disebut modern? Apalagi dunia ini kian berkembang sangat cepat, dan banyak penemuan-penemuan mutakhir. Yang masih hangat dan belum tergantikan, Internet. Tanpa internet, kami tidak bisa membuat Timeslib di jaman ini.

Pesawat jaman dulu
Image Source: www.planetdiecast.com

Lantas, kapan jaman modern itu dimulai? Pertanyaan yang sulit dijawab, daam ilmu sejarah, jaman awal modern dimasukkan pada abad 13 – 18. Dan dikatakan sekarang bukan jaman modern lagi, melainkan jaman Generasi Net. Jaman modern dalam periode sejarah terhitung pada abad 18 – 20 (Sumber: Wikipedia). Berarti yang menyebut dirinya modern, manusia modern, adalah manusia jadul dong? Modern atau Generasi Net cuma sebutan untuk periode waktu, tidak perlu diributkan seperti para akademis di bidangnya.

Ilustrasi Manusia Jaman Dulu
Image Source: www.japantimes.co.jp

Masih pantaskah sekarang disebut jaman modern? Perkembangan seperti apa yang sedang dilakukan para ilmuwan sekarang? Kita atau anak cucu kita hanya bisa menunggu perubahan. Pernah nonton Interstellar? Film yang menceritakan betapa sudah tua nya bumi kita ini, dan para ilmuwan sedang merencanakan untuk mencari planet penganti. Atau film lain, masih dari produksi film yang sama, Transendence? yang menunjukkan betapa hebatnya kekuatan sains jika dibiarkan berkembang dengan sendirinya (cuma film). Bagaimana jika yang di film-film tersebut menjadi kenyataan? Kita tidak tahu. Kembali ke jaman dahulu, apakah ada orang selain bapak penemu telepon (Antonio Santi Giuseppe Meucci atau Alexander Graham Bell) maupun internet (Leonard Kleinrock), yang mempunyai pikiran bahwa setiap manusia di dunia bisa saling berkomunikasi? Mungkin ada tapi belum bisa merealisasikan.

Seiring perkembangan jaman, tidak mustahil suatu saat kita akan melihat sesuatu yang baru lagi, sesuatu yang mungkin sulit dinalar (dahulu kala, pergi ke bulan sulit dinalar). Teleportasi mungkin? Imigrasi ke planet Mars mungkin? Sudah kayak di film – film sains aja. Memikirkan masa depan memang tidak ada habisnya. Lebih baik kita mengingat kembali dari awal, hanya sekedar untuk bernistalgia, mengingat apa yang waktu dulu disebut populer, kini mulai disebut kuno dan ditinggalkan. Kita putar kembali perkembangan jaman yang telah dilalui manusia.

Sepeda

Masih suka menggunakan sepeda? Sepeda merupakan alat bantu manusia yang sangat fungsional ketika manusia tidak memiliki alat transportasi hewan (sebelum ditemukan mesin). Walaupun sudah ada mesin, eksistensi sepeda tidak terlalu surut bahkan di beberapa negara seperti Belanda, jumlah pengguna sepeda tetap tinggi.

Adegan di Film Wild Wild West 1999
Wild Wild West 1999

Untuk alasan kesehatan jasmani, biaya pajak, dan lingkungan, masyarakat di beberapa negara besar lebih memilih menggunakan sepeda ketimbang kendaraan bermotor. Hal ini ternyata sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar mereka yang lebih banyak menggunakan sepeda, udara yang lebih bersih dan jalanan yang tidak bising.

Jumlah sepeda yang kian banyak di Belanda
Image Source: www.borntovacation.com

Bagaimana dengan negara kita sendiri? Yang secara ekonomi masih termasuk negara berkembang, dan terlebih belum bisa mandiri dalam hal produksi mesin. Jumlah kendaraan motor di Indonesia sangatlah banyak, bahkan hampir setiap jiwa dewasa, memiliki paling tidak satu kendaraan bermotor, jika dihitung dengan berapa jumlah total penduduk Indonesia, berapa kendaraan yang berlalu lalang di jalanan? Semakin kaya lah Jepang sebagai  negara produsen besar di Asia. Dan semakin panas lah Indonesia.

Jumlah kendaraan di Indonesia yang memprihatinkan
Image Source: motor.sportku.com

Seharusnya pemerintah cepat bertindak, memperbaiki fasilitas kendaraan umum dan lain sebagainya, tanpa bantuan pemerintah, masyarakat akan semakin tdak terkontrol. Kondisi kendaraan umum yang memprihatinkan membuat para penggunanya enggan beralih dari kendaraan pribadi. Seperti di Jepang, (di film – film) masyarakatnya selalu menggunakan kendaraan umum entah itu jarak jauh maupun dekat, atau malah hanya berjalan kaki. Padahal kendaraan ita hampir seluruhnya adalah merek Jepang. Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah berupaya untuk mengatasi meledaknya jumlah kendaraan umum, tinggal kita sebagai rakyat mau menggunakannya atau tidak, sadar atau tidak.

Image Source: harianterbit.com

Image Source: www.pegipegi.com

Artikel ini masih berlanjut. Baca Part 2 dengan klik di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here